Hyundai Santa Fe Hybrid tak hanya menarik perhatian karena desain dan teknologinya, tetapi juga soal biaya kepemilikan yang kerap menjadi pertimbangan calon konsumen sebelum memutuskan membeli mobil elektrifikasi. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Alond NL, pemilik Hyundai Santa Fe Hybrid Calligraphy tahun 2025, yang telah menggunakan mobil tersebut selama sekitar satu tahun. Menurut Alond, salah satu keuntungan utama menggunakan mobil hybrid adalah konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dibandingkan SUV bermesin konvensional. "Untuk bensin saya isinya sekali sebulan, itupun kalau dipakai sering selama seminggu, irit banget soalnya. Konsumsi BBMnya bisa sampai 17 km per liter, pakai RON 98," kata Alond, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/1/2026). Alond mengatakan, mobil tersebut memang tidak terlalu sering digunakan, biasanya hanya saat weekend dengan jarak tempuh 90-150 km. "Kalau hari-hari biasanya dipakai sekitar 20-25 km saja," kata dia. Hyundai Santa Fe Hybrid Dari sisi pajak, biaya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Hyundai Santa Fe Hybrid berada di angka Rp 8 juta per tahun. Angka ini menjadi salah satu komponen tetap yang wajib diperhitungkan setiap tahunnya. Selama periode kepemilikan, Alond mengaku belum mengeluarkan biaya untuk servis dan penggantian spare part karena masih gratis. "Kalau untuk servis sih saat ini baru satu kali itupun tidak bayar karena mobilnya pun belum cukup setahun pakainya," kata dia. Artinya, Alond perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 18.773.600 per tahun untuk biaya BBM dan pajak, tidak termasuk biaya servis. Apabila dibagi per bulannya, maka Lala harus menyiapkan dana Rp 1.564.446. Sedangkan jika dibagi per hari, maka Lala cukup menyisihkan Rp 52.148. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang