Tren penggunaan mobil hybrid terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain dianggap lebih ramah lingkungan, mobil hybrid juga dinilai efisien dalam konsumsi bahan bakar. Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut, ada satu hal yang perlu diperhatikan pemilik, yakni soal biaya perbaikan komponen khususnya transmisi. Transmisi mobil hybrid punya karakter yang berbeda dibanding mobil bermesin bensin konvensional. Sistem penggeraknya memadukan mesin bensin dengan motor listrik, sehingga konstruksi komponen di dalamnya jauh lebih kompleks. Apri, pemilik bengkel spesialis transmisi otomatis Apri Auto di Duren Sawit, Jakarta Timur, mengatakan, perbaikan transmisi mobil hybrid memang cenderung membutuhkan biaya lebih besar. Salah satu alasannya karena banyak bagian di dalamnya menggunakan komponen berbasis elektronik. Toyota Camry Hybrid “Kalau hybrid di dalam transmisi itu banyak kabel-kabel. Kalau tidak hati-hati takutnya korsleting,” ujar Apri kepada Kompas.com, Sabtu (8/11/2025). Tidak hanya soal kerumitan, ketersediaan komponen juga memengaruhi biaya. Mobil hybrid yang saat ini beredar mayoritas tergolong model baru. Artinya, ketersediaan komponen belum banyak di pasaran, terutama yang dijual satuan atau eceran. “Lebih mahal hybrid, karena kan istilahnya mobil juga baru, belum banyak part yang dijual eceran,” kata Apri. Menurutnya, biaya perbaikan transmisi bisa bervariasi tergantung jenis transmisi yang digunakan. Ada yang menggunakan CVT, ada pula yang masih memakai transmisi otomatis konvensional 4 atau 5 percepatan. Namun, untuk mobil hybrid, komponen elektronik yang terintegrasi membuat proses pengerjaan perlu ketelitian ekstra. Transmisi matik Apabila dikerjakan di bengkel resmi, Apri menyebut biaya perbaikannya bisa mencapai angka cukup tinggi. “Kalau di bengkel resmi bisa di atas Rp 50 juta,” kata Apri. Meski demikian, pemilik kendaraan masih punya pilihan alternatif menekan biaya. Seperti di bengkel milik Apri yang dapat melakukan perbaikan hanya pada bagian yang rusak, tanpa mengganti satu unit transmisi sekaligus. “Kalau di kita bisa ganti yang rusaknya saja, harganya jauh lebih murah, kisaran Rp 15 juta,” ucapnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.