Penetrasi kendaraan listrik di luar kota besar masih menghadapi tantangan, terutama di wilayah Indonesia Timur. Meski minat terhadap teknologi baru mulai tumbuh, volume penjualan awal di sejumlah daerah relatif terbatas dan didominasi konsumen kategori early adopters. CEO PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto, diler resmi BYD dan Denza), Hariyadi Kaimuddin, mengatakan konsumen awal di daerah umumnya membeli kendaraan listrik karena tertarik mencoba teknologi baru atau mengikuti tren, bukan semata pertimbangan ekonomis. “Kalau di daerah-daerah gitu, umumnya orang-orang penasaran. Ada yang ingin ikut tren EV. Itu kita nyebutnya early adopters, yang penting euforia barang baru. Hitung-hitungan ekonomi sepertinya belum terlalu jadi pertimbangan,” ujar Hariyadi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). Menurut dia, di kota besar seperti Makassar sekalipun, penjualan awal kendaraan listrik per cabang masih berada di kisaran 20-30 unit. Diler BYD Haka Auto Angka tersebut lebih rendah dibandingkan merek yang sebelumnya dijalankan perusahaan, yang bisa mencatat penjualan di atas 100 unit per cabang. “Kalau merek kami yang lama, satu cabang bisa jual di atas 100. Sekarang satu cabang EV cuma 20 unit. Jadi tantangannya memang meyakinkan orang di daerah,” katanya. Kendati demikian, perusahaan tetap menargetkan ekspansi agresif dengan membuka 30 diler BYD dan Denza dalam waktu dua tahun sejak 2025. Target tersebut terbilang kontras dengan pengalaman di grup usaha sebelumnya, yang membutuhkan waktu hingga 50 tahun untuk membangun 30 cabang. “Di grup sebelumnya, untuk membangun 30 cabang butuh 50 tahun. Sekarang kami hanya menargetkan 30 diler dalam dua tahun untuk BYD dan Denza. Akselerasinya beda banget, jadi memang butuh usaha besar,” ujar Hariyadi. Ia menambahkan, ekspansi tidak hanya berfokus pada penambahan titik penjualan, tetapi juga kesiapan layanan purna jual dan operasional di tiap cabang. Menurutnya, keberadaan jaringan yang memadai menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik secara lebih luas. Hariyadi menilai kurva adopsi kendaraan listrik di daerah akan berlangsung bertahap, dari konsumen pionir menuju pasar yang lebih massal. Dalam fase tersebut, edukasi pasar dan kesiapan jaringan dinilai menjadi elemen krusial untuk memperkuat kepercayaan konsumen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang