Ban motor maxxis Strategi itu terlihat dalam gelaran Maxxis Fun Walk yang digelar pada 8 Februari 2026 di Lapangan Setia Negara, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Lebih dari 2.000 warga hadir meramaikan acara tersebut. GULIR UNTUK LANJUT BACA Secara bisnis, langkah ini bukan sekadar kegiatan olahraga massal. Maxxis memanfaatkannya sebagai medium brand activation untuk meningkatkan awareness dan loyalitas konsumen, khususnya di wilayah Sumatera yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan kendaraan roda dua dan roda empat cukup besar.Yang membuat acara ini mencuri perhatian adalah hadiah utama yang ditawarkan: dua paket umroh dan satu unit sepeda motor. Selain itu, ratusan hadiah elektronik seperti kulkas, televisi, mesin cuci, hingga peralatan rumah tangga juga dibagikan kepada peserta.Kehadiran langsung Factory Head PT Maxxis International Indonesia, Hsieh Cheng Chang, turut mempertegas bahwa pasar luar Jawa menjadi fokus penting perusahaan. Dalam lanskap industri ban nasional yang dihuni berbagai merek global dan pemain harga kompetitif, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi diferensiasi.Mengusung tema “Langkah Maksimal, Serunya Total”, acara ini dikemas santai dengan jalan sehat, senam massal, hiburan musik lokal, serta pertunjukan seni budaya. Ribuan peserta dari berbagai kalangan usia tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan.Dari sisi pemasaran, pendekatan ini memberikan efek ganda. Selain meningkatkan interaksi langsung antara brand dan konsumen, kegiatan tersebut juga menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara.Momen paling dinanti tentu saja pengundian hadiah utama. Suasana lapangan mendadak riuh ketika nama Megawati diumumkan sebagai pemenang satu unit sepeda motor. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Senang banget ikut acara Maxxis Fun Walk, semoga tahun depan ada acara kayak gini lagi dan hadiahnya bisa lebih banyak,” ujarnya.Bagi Maxxis, strategi seperti ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun persepsi merek yang dekat dengan masyarakat. Di tengah kompetisi yang tak hanya soal kualitas produk tetapi juga kedekatan emosional, pendekatan tak biasa ini menjadi sinyal bahwa persaingan industri ban kini juga berlangsung di level engagement komunitas.