Pitch circle diameter (PCD) atau ukuran antara lubang baut pada pelek tak sama satu dengan lainnya. Tak hanya soal jumlah lubang bautnya, tapi jarak antar lubang juga bisa tak sama. Maka dari itu, konsumen harus memperhatikan ukuran PCD saat membeli pelek atau berniat menggantinya. Bila tidak, pelek tak bisa dipasang atau bisa merusak komponen bila dipaksakan. Bagus Ari, penjual pelek HSR di Altius Motorsport Sukoharjo mengatakan pelek memiliki PCD berbeda-beda, kadang perbedaan kecil dianggap bisa ditoleransi, padahal itu tidak tepat. “Perbedaan PCD paling mencolok adalah jumlah lubang bautnya, ada yang 4, 5 atau 6 untuk mobil-mobil penumpang, tapi kadang jumlah lubang sama, tapi bedanya pada jarak,” ucap Ari kepada KOMPAS.com, Sabtu (15/11/2025). Sehingga, pelek yang baru dibeli tersebut tak bisa dipasang meski jumlah lubangnya sama. Kadang, pemasangan justru dipaksakan dan itu tidak disarankan. “Bila jarak lubang tak pas, maka baut roda yang terhubung pada hub wheel tidak bisa masuk dengan mulus di lubang pelek, ada yang tak bisa sama sekali dan susah, bila dipaksakan ini akan merusak baut dan pelek,” ucap Ari. Ilustrasi pelek mobil Sebagian orang memilih untuk membubut ulang lubang baut pada pelek, sehingga pelek tersebut bisa dipasang pada mobil. Namun, langkah ini dianggap tak aman karena bisa membuat konstruksi pelek rapuh. “Tak disarankan mengubah PCD dengan membubut ulang, nanti hasilnya kurang kuat, lebih baik konsumen mencari pelek yang sesuai, biasanya di toko punya beberapa ukuran PCD untuk satu model pelek,” ucap Ari. Ari mengatakan, akan lebih aman bila konsumen menggunakan adaptor atau spacer adaptor. Komponen ini terhubung dengan hub wheel dan sisi luarnya terdapat baut yang sesuai dengan PCD. pilihan pelek mobil “Itu lebih aman, tapi nanti pasti pelek dan bodi tidak rata, pelek menjadi lebih menjorok keluar, sehingga secara tampilan akan sedikit kurang, perlu diukur juga agar saat belok roda tidak menyentuh fender,” ucap Ari. Adaptor yang benar-benar berkualitas jarang dan mahal, sementara adaptor murahan banyak dijual di pasaran. Maka dari itu, tetap tidak disarankan metode ini. “Mobil-mobil harian lebih baik memilih pelek dengan ukuran PCD sesuai, saran saya cari toko yang menyediakan pelek lengkap dengan berbagai ukuran PCD, itu lebih aman dan sesuai,” ucap Ari. Sementara untuk mobil-mobil kontes, mengakali PCD ini masih terbilang aman karena mobil tak dipakai setiap hari. Bahkan kadang, mobil hanya sebagai pajangan saat pertunjukan berlangsung. Jadi, meski ada cara-cara mengakali PCD, konsumen lebih disarankan mencari pelek dengan PCD yang sesuai agar lebih aman saat mobil harian dioperasikan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.