Stiker pada jendela mobil. Stiker kendaraan tidak lagi sekadar pelengkap visual, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya dan identitas pemiliknya. Karena sifatnya yang sering bersifat sementara, pemilihan bahan stiker menjadi faktor penting agar tampil menarik tanpa menyulitkan saat dilepas. Banyak pemilik kendaraan tergoda memilih stiker murah tanpa mempertimbangkan kualitas bahan. Padahal, bahan yang salah justru berisiko merusak cat atau meninggalkan bekas lem yang sulit dibersihkan.Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Selasa 23 Desember 2025, salah satu bahan stiker yang paling umum digunakan adalah vinyl. Material ini dikenal fleksibel, tahan air, dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca. Vinyl berkualitas baik biasanya memiliki daya rekat kuat namun tetap stabil. Artinya, stiker tidak mudah terkelupas saat dipakai, tetapi juga tidak “menggigit” cat saat dilepas.Jenis vinyl cast sering direkomendasikan untuk kendaraan. Bahan ini lebih tipis, lentur, dan mengikuti kontur bodi tanpa tekanan berlebih pada permukaan cat. Selain vinyl cast, ada pula vinyl calendered yang harganya lebih terjangkau. Namun, bahan ini cenderung lebih kaku sehingga kurang ideal untuk area bodi yang banyak lekukan. Untuk kebutuhan sementara seperti event atau promosi, stiker dengan adhesive removable bisa menjadi pilihan. Lem jenis ini dirancang agar mudah dilepas tanpa meninggalkan residu. Stiker dengan teknologi low-tack adhesive juga layak dipertimbangkan. Daya rekatnya cukup untuk pemakaian harian, tetapi tidak terlalu agresif pada cat kendaraan.Selain bahan, ketebalan stiker juga berpengaruh pada kemudahan pelepasan. Stiker yang terlalu tebal biasanya lebih kuat, tetapi membutuhkan teknik ekstra saat dilepas.Lapisan finishing pada stiker turut menentukan kualitasnya. Finishing glossy atau matte yang baik membantu melindungi warna dan lem dari panas matahari.Stiker berkualitas biasanya dilengkapi lapisan pelindung UV. Lapisan ini mencegah warna cepat pudar dan lem mengeras akibat paparan panas berlebih.Penting juga memperhatikan usia pemakaian stiker. Semakin lama stiker menempel, semakin besar risiko lem mengeras dan sulit dilepas.Produsen stiker umumnya mencantumkan rekomendasi durasi pemakaian. Informasi ini sebaiknya diperhatikan agar cat kendaraan tetap aman.Pemilihan stiker sebaiknya disesuaikan dengan jenis cat kendaraan. Cat orisinal pabrikan biasanya lebih aman dibanding cat hasil repaint yang sensitif.Sebelum pemasangan penuh, uji stiker di area kecil terlebih dahulu. Langkah ini membantu melihat daya rekat dan potensi bekas saat dilepas.Kualitas bahan sering kali sebanding dengan harga. Stiker yang sedikit lebih mahal umumnya menawarkan keseimbangan antara daya tahan dan kemudahan pelepasan.Menghindari stiker murahan bisa menjadi investasi jangka panjang. Cat kendaraan tetap terjaga dan biaya perbaikan bisa dihindari.