Aksi pengendara motor lawan arah kembali memakan korban. Kali ini, terjadi di Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (22/2). Bahkan, korban sampai kehilangan nyawa!Kecelakaan bermula ketika pelaku yang mengendarai Yamaha Mio melaju dari arah Cibinong ke Bogor Kota. Namun, dia melaju di jalur berlawanan. Kemudian, tak lama kemudian, korban yang mengendarai Honda BeAT datang dari arah Bogor ke Jakarta. Keduanya terlibat adu banteng! "Kendaraan yang terlibat kecelakaan, sepeda motor Yamaha Mio B-6872-PPA, dengan sepeda motor Honda Beat B-6511-ZSM. Akibat dari kecelakaan tersebut, MD (meninggal dunia) satu orang, LR (luka ringan) satu orang. Korban MD (yaitu) pengemudi motor Honda Beat," kata Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rachman, dikutip dari detikNews, Senin (23/2)."Pengendara Yamaha Mio terduga pelaku berinisial AF bergerak dari arah Cibinong menuju Kota Bogor, (posisi) melawan arus, bergerak ke kiri merintangi jalan. Pada saat bersamaan, datang dari arah Bogor menuju arah Jakarta pengendara Honda Beat yang berada di jalurnya, kemudian terjadi benturan sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas," tambahnya.Kecelakaan mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi. Polisi dan warga mengevakuasi korban ke rumah sakit Cibinong, Kabupaten Bogor."Korban pengendara Motor Honda Beat meninggal dunia, dibawa ke RS Bakti Pajajaran (dulu bernama RSUD) Cibinong," ungkapnya.Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, kebiasaan melawan arah belakangan makin menjadi-jadi di Indonesia. Bahkan, kebiasaan tersebut seakan-akan mulai dinormalisasi."Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakan hukum," ujar Sony Susmana kepada detikOto.Selain lemahnya penegakan hukum, kata Sony, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah."Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berfikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas," tuturnya."Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian," kata Sony menambahkan.