Pengguna Jalan Jenderal Gatot Subroto perlu bersiap menghadapi potensi kepadatan lalu lintas dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan pekerjaan jaringan utilitas di ruas tersebut sejak 24 November hingga 8 Desember 2025. Pekerjaan berlokasi di sisi selatan, tepatnya pada Jalan Jenderal Gatot Subroto sisi utara, dimulai dari Halte Transjakarta Denpasar hingga sebelum Jalan Denpasar. Demi kelancaran pengerjaan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan berdampak langsung pada pengurangan lebar jalan. Dikutip dari akun Instagram resmi Dishub DKI Jakarta, Berikut rincian lokasi dan jadwal pekerjaan jaringan yang perlu diperhatikan pengguna jalan: a. Pekerjaan Pit 1- Lokasi galian berada di sisi kiri lajur reguler di samping Halte Transjakarta Denpasar- Waktu pengerjaan dimulai 24 November 2025 pukul 22.00 sampai 1 Desember 2025 pukul 04.00- Selama pekerjaan berlangsung akan terjadi pengurangan lebar jalan- Dilaksanakan hanya pada hari libur (weekend). b. Pekerjaan Pit 2- Titik galian berada di sisi kiri lajur reguler depan Gedung Patra Jasa (menggunakan mesin HDD)- Waktu pengerjaan dimulai 26 November 2025 hingga 5 Desember 2025- Selama pekerjaan berjalan akan dilakukan pengurangan lebar jalan c. Pekerjaan Pit 3- Galian berada di sisi kiri lajur reguler depan Gedung CFX Tower (mesin HDD)- Pekerjaan berlangsung 6 Desember 2025 hingga 14 Desember 2025- Selama pengerjaan berlangsung akan terjadi pengurangan lebar jalan d. Pekerjaan Pit 4- Lokasi galian berada di sisi kiri lajur reguler, samping flyover Kuningan sebelum Jalan Denpasar (dekat Gedung Balai Kartini)- Pengerjaan dilakukan pada 5 Desember 2025 pukul 22.00 hingga 8 Desember 2025 pukul 04.00- Akan ada pengurangan lebar jalan- Dilaksanakan hanya pada hari libur (weekend). Dishub DKI menegaskan bahwa seluruh pekerjaan berpotensi menimbulkan penyempitan badan jalan. Untuk menjaga konsistensi lajur selama pekerjaan berlangsung, separator jalur Transjakarta sepanjang kurang lebih 350 meter dibongkar sementara, sehingga bus Transjakarta akan masuk ke lajur campuran (mix traffic). Separator akan dipasang kembali setelah seluruh pekerjaan rampung. Dengan adanya rekayasa ini, pengendara diimbau mengatur waktu perjalanan, mencari rute alternatif, serta tetap berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi pekerjaan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang