Memasuki musim hujan yang kerap disertai genangan hingga banjir, pengendara diimbau lebih memperhatikan kondisi ban kendaraan. Salah satu aspek penting yang tak boleh diabaikan adalah kedalaman alur ban, karena berperan besar dalam menjaga keselamatan saat melaju di jalan basah. Menurut Product Manager Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi, alur ban berfungsi untuk membuang air dari permukaan jalan agar tapak ban tetap menempel optimal. Apabila alur ban sudah menipis, risiko kehilangan traksi akan meningkat, terutama saat hujan deras. “Pengendara perlu memastikan kedalaman alur ban masih berada di atas indikator Tread Wear Indicator (TWI), dengan batas minimum 1,6 milimeter. Jika sudah menyentuh atau melewati batas tersebut, maka kemampuan ban dalam mencengkeram jalan basah akan berkurang signifikan,” kata Rozi kepada Kompas.com, Sabtu (17/1/2026). Rozi menjelaskan, TWI merupakan tanda khusus berupa tonjolan kecil di dalam alur ban yang berfungsi sebagai indikator batas keausan. Kalau permukaan tapak ban sudah sejajar dengan indikator tersebut, artinya ban sudah tidak layak digunakan dan perlu segera diganti. Ban dengan alur yang masih baik mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga mengurangi potensi aquaplaning, yakni kondisi ketika ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan akibat lapisan air. Alur ban memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan handling kendaraan, terutama saat berkendara di jalan basah dan tikungan. Sebaliknya, ban yang sudah mendekati atau melewati batas TWI akan lebih mudah tergelincir karena air tidak dapat tersalurkan dengan optimal. Situasi ini berisiko membuat kendaraan sulit dikendalikan, terutama saat pengereman mendadak atau bermanuver. Selain mengecek alur ban, Rozi juga mengingatkan pengendara untuk rutin memeriksa kondisi ban secara keseluruhan, termasuk tekanan angin serta memastikan tidak ada retakan atau benjolan pada dinding ban. Pemeriksaan sederhana tersebut sebaiknya dilakukan sebelum perjalanan, khususnya saat kondisi hujan, guna memastikan ban tetap bekerja optimal. Dengan memastikan kondisi ban masih layak pakai, pengendara tidak hanya menjaga performa kendaraan, tetapi juga meminimalkan risiko kecelakaan di jalan. “Di musim hujan, ban menjadi faktor keselamatan utama yang tidak boleh diabaikan,” ujar Rozi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang