Menjelang arus mudik Lebaran, pengawasan terhadap angkutan umum diperketat. Korlantas Polri memastikan kendaraan yang mengangkut pemudik benar-benar dalam kondisi aman sebelum diberangkatkan. Dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026, pemeriksaan kelaikan jalan dilakukan serentak di seluruh jajaran Polda. Dari total 3.618 kendaraan angkutan umum yang diperiksa, sebanyak 93 persen dinyatakan laik jalan. Petugas UPT Terminal Tipe A (TTA) Arjosari saat melakukan ramp check pada salah satu bus AKAP di terminal Arjosari, Senin (15/12/2025). Namun, hasil pemeriksaan juga menemukan 248 kendaraan atau sekitar 7 persen yang dinyatakan tidak laik jalan. Pelanggaran yang ditemukan didominasi oleh tidak tersedianya alat pemadam api ringan (APAR), ketiadaan pemecah kaca darurat, hingga penggunaan ban gundul yang berisiko tinggi saat perjalanan jarak jauh. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan pentingnya memastikan keselamatan armada angkutan umum di tengah lonjakan jumlah pemudik tahun ini. Situasi terminal Pulogebang yang mulai rami jelang lima Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah (26/3/2025). “Kita pastikan angkutan umum yang beroperasi adalah angkutan berkeselamatan. Jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 143,91 juta orang,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026). “Sehingga memastikan kendaraan laik jalan menjadi prioritas demi melindungi nyawa pemudik,” ujarnya. Dengan prediksi hampir 144 juta pemudik, penindakan terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan menjadi langkah krusial. Pengawasan ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang