Saat musim hujan, usahakan untuk tidak memarkir mobil di ruangan terbuka karena mobil yang sering kehujanan akan mengalami banyak kerugian. Selain itu, konsumen perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memarkir mobil agar mobil tetap prima dan tidak terjadi kerusakan. Jangan parkir di tempat terbuka Pemilik bengkel Spesialis Nissan - Honda Aha Motor Yogyakarta, Hardi Wibowo, mengatakan dengan mobil yang terparkir di tempat terbuka saat hujan akan lembab dan begitu kering akan membuat eksterior jadi kusam. “Bukan cuma eksterior, Interior mobil juga bisa kusam, hal itu terjadi karena suhu di dalam kabin lebih panas dari suhu di luar, akhirnya bagian dalam lembab dan berpotensi menjadi sarang jamur dan bakteri,” ucap Hardi kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Jamur dan bakteri tersebut akan membuat interior mobil menjadi kusam, khususnya pada jok kulit, bisa berupa bercak kehitaman atau hijau. “Air hujan itu bersifat asam, hal itu akan membuat mobil cepat kusam, prosesnya mungkin tidak langsung, tapi akan semakin cepat bila mobil dibiarkan saja kena hujan dan mengering sendirinya,” ucap Hardi. Sejumlah pohon di parkiran mobil T1 Bandara Juanda Sidoarjo tumbang akibat hujan deras dan angin kencang, Kamis (8/1/2026) Ketika air hujan itu mengering dan menempel pada cat mobil, maka cat akan menjadi kusam atau ada noda yang membekas. Jika noda dibiarkan, lama kelamaan maka cat akan rusak, dan bisa sampai menyebabkan korosi. Jangan aktifkan rem tangan Eko Setiawan, pemilik bengkel mobil Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan konsumen perlu memastikan tidak mengaktifkan rem tangan semalaman dalam kondisi basah. “Kampas rem bisa menempel pada cakram atau tromol, setelah semalaman menempel bisa mengering dan “lengket”, membuat roda mengunci saat mobil dijalankan lagi,” ucap Eko kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Ilustrasi rem tangan pada mobil Kelembapan yang terjebak di antara kampas dan cakram mempercepat korosi atau karat. Akibatnya, rem berdecit, seret, atau bahkan macet saat pertama kali digunakan. “Kampas kan terbuat dari campuran serbuk besi dan bahan lain, tromol juga besi, kedua permukaan bisa bereaksi, bila tidak lengket, permukaan tromol atau cakram akan meninggalkan bekas,” ucap Eko. Kampas rem juga bisa rontok karena dipaksakan jalan untuk pertama kali. Bahkan, proses evakuasi yang dilakukan pihak bengkel juga berisiko. “Misal macet, tromol tidak bisa dilepas, risikonya kan harus merusaknya agar bisa dibongkar, kampas sudah pasti wajib ganti jika seperti itu,” ucap Eko. Eko menyarankan, setelah kehujanan atau mencuci mobil, pastikan memarkir di tempat rata dan melepas rem parkir. Lalu, konsumen perlu mengganjal ban dengan batu atau alat khusus. Pastikan kopling kering Ilustrasi kampas dan pegas diafragma pada kopling mobil manual Hal serupa juga bisa terjadi pada kampas kopling mobil manual. Maka dari itu penting untuk mengeringkan kopling sebelum mobil diparkir semalaman, khususnya setelah menerjang genangan air. “Kampas kopling bisa lengket dengan flywheel bila parkir lama dalam kondisi lembap, ini terjadi karena kampas dan logam flywheel bereaksi atau menjadi berkarat, setelah kering,” ucap Eko. Saat mobil diparkir tersebut, kampas kopling akan tertekan oleh pegas diafragma dan menempel dengan flywheel. Bila kondisinya basah semalaman bisa lengket karena korosi, Dampaknya, ketika mesin dihidupkan kembali persneling tidak mau dipindahkan, atau tak mau masuk gigi, meski pedal kopling diinjak. Ini bisa terjadi lantaran kopling tetap terhubung membuat putaran mesin tak terputus. “Bila tidak lengket, korosi akan membuat flywheel karatan, sehingga perpindahan gigi menjadi lebih kasar dan terasa bergetar di pedal, terutama saat setengah kopling,” ucap Eko. Ilustrasi pedal gas mobil tersangkut karpet Supaya kopling mobil manual tidak rusak setelah menerjang banjir, sebaiknya konsumen melakukan langkah antisipasi dengan berusaha membuat kopling kering terlebih dulu sebelum diparkir lama. “Caranya, parkir mobil di tempat kering dan injak-lepas pedal kopling berulang kali sambil mesin hidup, panas mesin dan gesekan akan membantu mengeringkan kampas kopling dari sisa air atau lembap yang menempel,” ucap Eko. Jika muncul gejala kopling terasa selip atau bergetar, khususnya setelah menerjang banjir, sebaiknya konsumen segera memeriksanya ke bengkel. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang