PT Astra Daihatsu Motor (ADM) resmi menghadirkan Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid untuk pasar dalam negeri dengan banderol Rp 299 juta OTR DKI Jakarta. Diimpor secara utuh langsung dari Jepang, model ini menjadi kendaraan hybrid pertama Daihatsu di Indonesia dengan pendekatan berbeda, karena menggunakan sistem e-Smart Hybrid yang lebih mendekati karakter mobil listrik. Dalam sistem tersebut, roda sepenuhnya digerakkan motor listrik, sementara mesin bensin 1.2 liter hanya berfungsi sebagai generator. Alhasil, konsep ini tidak hanya memengaruhi cara kerja kendaraan, tapi juga pengalaman berkendara secara keseluruhan. Kupas Desain Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid, Familiar dengan Sentuhan Elektrifikasi Eksterior: Familiar Secara tampilan, Rocky Hybrid hampir tidak berbeda dari versi bensin. Desain depan masih mempertahankan gril honeycomb dan lampu LED tajam yang memberi kesan sporty untuk ukuran SUV kompak. Pembeda utamanya hanya terlihat pada emblem biru dan logo e-Smart Hybrid di beberapa bagian bodi. Ukurannya tetap ringkas dengan pelek 16 inci dan proporsi yang pas untuk mobilitas harian. Pendekatan desain ini bisa jadi kelebihan karena terlihat sederhana dan tidak berlebihan. Namun di sisi lain, bagi yang mengharapkan identitas hybrid yang lebih kuat, tampilannya mungkin terasa terlalu biasa. Interior Daihatsu Rocky Hybrid Interior: Fungsional, Tapi Standar Masuk ke kabin, nuansanya masih sama seperti Rocky konvensional. Tata letak sederhana dan mudah dipahami, dengan dominasi material plastik keras yang mengutamakan daya tahan dibanding kesan mewah. Head unit 10 inci sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay, sementara panel instrumen digital menampilkan informasi sistem hybrid secara jelas. Posisi duduk terasa ergonomis dan ruang baris kedua masih cukup lega untuk penggunaan keluarga kecil. Di sisi minus, kualitas material terasa standar dan beberapa fitur seperti adaptive cruise control belum tersedia. Kabinnya lebih menekankan fungsi daripada kenyamanan premium. Fitur: Paling Terasa di Pemakaian Harian Dalam penggunaan di perkotaan, fitur yang paling terasa manfaatnya adalah Smart Pedal (S-PDL). Fitur ini memungkinkan mobil melambat cukup dengan melepas pedal gas, sehingga ritme berkendara di kemacetan menjadi lebih praktis. Electric Parking Brake dan Auto Brake Hold juga membantu saat berhenti lama di lampu merah atau antrean panjang. Setelah terbiasa, kombinasi fitur ini cukup mengurangi kelelahan saat berkendara di lalu lintas padat. Head unit besar memudahkan navigasi, sementara paket Advanced Safety Assist (ASA) memberi peringatan tabrakan depan, menjaga jarak, serta membantu menjaga posisi di lajur. Sistem bekerja halus tanpa intervensi berlebihan. Fitur tambahan seperti sensor parkir, blind spot mirror, dan Auto High Beam berfungsi sebagai pendukung. Secara keseluruhan, kelengkapan fitur terasa relevan untuk kebutuhan urban. Daihatsu Rocky Hybrid Impresi Berkendara: Halus dan Santai Karakter berkendara Rocky e-Smart Hybrid terasa berbeda sejak awal berjalan. Mobil meluncur halus tanpa getaran, dengan respons pedal gas yang linear dan ringan. Karakter ini paling terasa nyaman di kemacetan. Pergerakan mobil lebih lembut dan mudah dikontrol, terutama dengan bantuan S-PDL yang membuat deselerasi terasa natural. Saat masuk tol, performanya tergolong cukup. Mobil mampu mencapai kecepatan jelajah dengan mudah dan masih memadai untuk menyalip di kecepatan menengah. Namun, saat mendekati kecepatan tinggi, dorongannya terasa biasa saja. Mobil ini bukan tipe yang mengundang untuk dipacu agresif. Setir terasa ringan sehingga mudah untuk manuver di kota. Handling stabil dan mudah dikendalikan, meski bobot setir tidak banyak bertambah di kecepatan tinggi. Suspensinya cenderung agak firm. Getaran jalan masih terasa saat melintasi sambungan tol atau permukaan bergelombang, tetapi tetap dalam batas nyaman untuk penggunaan harian. Kedap kabin cukup baik di kecepatan rendah. Saat mesin generator aktif, suaranya terdengar sedikit kasar. Pada kecepatan tinggi, suara angin mulai masuk, namun masih wajar untuk kelas SUV ringkas. Konsumsi BBM Daihatsu Rocky Hybrid Konsumsi BBM: Irit dalam Kondisi Riil Selama pengujian dengan kombinasi rute kemacetan, jalan arteri, dan tol, panel instrumen mencatat rata-rata konsumsi bahan bakar 24,6 km per liter. Angka tersebut diperoleh dari jarak tempuh 106,1 kilometer dengan suhu luar sekitar 30 derajat Celcius. Dalam kondisi lalu lintas padat, indikator EV dan ECO lebih sering muncul, menandakan mobil banyak bergerak menggunakan motor listrik. Saat melaju di tol dengan kecepatan lebih tinggi, mesin generator bekerja lebih sering untuk menjaga suplai daya baterai. Meski begitu, konsumsi tetap stabil di kisaran 25 km per liter selama pengujian. Perlu dicatat, hasil ini merupakan pemakaian aktual dengan AC selalu aktif dan tanpa teknik berkendara khusus hemat energi. Angka konsumsi bisa berbeda tergantung kondisi jalan dan gaya mengemudi. Daihatsu Rocky Hybrid Kesimpulan Karakter berkendara halus dan responsif di kecepatan rendah, sangat cocok untuk lalu lintas perkotaan dan kondisi stop-and-go. Fitur Smart Pedal (S-PDL) dan Auto Brake Hold terasa paling membantu dalam kemacetan harian. Konsumsi bahan bakar 24,6 km per liter. Desain eksterior bermain aman, minim perbedaan dari Rocky bensin sehingga kurang menonjol sebagai model hybrid. Interior fungsional dan ergonomis, tetapi kualitas material masih terasa standar dan belum mengedepankan kesan premium. Performa cukup untuk kebutuhan harian dan perjalanan tol, namun tidak dirancang untuk karakter berkendara agresif. Suspensi cenderung agak firm dan peredaman kabin masih dalam batas wajar untuk kelas SUV ringkas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang