Daihatsu menyebut kehadiran mobil listrik Rp 200 juta tak mengganggu pasar LCGC miliknya. Menurut Daihatsu pembeli mobil listrik Rp 200 jutaan dan LCGC itu berbeda segmen.Segmen mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) disebut-sebut terdampak dengan kehadiran mobil listrik Rp 200 juta. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkap, penjualan LCGC merosot gegara banyak mobil listrik Rp 200 jutaan bermunculan. Baik LCGC maupun mobil listrik Rp 200 jutaan itu berebut 'kue' di pasar yang sama."LCGC kita rusak, turun sampai 37 persen. Karena sekarang dengan Rp 200 jutaan orang sudah bisa dapat mobil listrik dengan desain bagus dan fitur lengkap," kata Jongkie dikutip CNBC Indonesia belum lama ini. Setahun belakangan, penjualan mobil-mobil LCGC memang terpantau merosot. Bahkan penurunannya mencapai 30 persen dibandingkan penjualan tahun sebelumnya. Berdasarkan data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang dirilis Gaikindo, LCGC hanya terdistribusi sebanyak 122.686 unit pada sepanjang 2025. Padahal di kuartal pertama 2025, mobil murah ini sempat berjaya dengan rata-rata pengiriman di atas 12 ribu unit per bulan. Namun memasuki kuartal kedua hingga akhir tahun, distribusinya merosot di angka 8-9 ribuan unit saja.Namun demikian, Daihatsu yang merupakan salah satu produsen mobil di segmen LCGC justru menyebut tak terganggu dengan keberadaan mobil listrik Rp 200 jutaan tersebut. LCGC masih jadi incaran para pembeli mobil pertama. Mobil listrik Rp 200 jutaan pun demikian, namun kelas konsumennya tetap berbeda."Kebetulan nggak (penjualan Ayla-Sigra terganggu mobil listrik Rp 200 jutaan). Jadi, kita sudah melihat, apakah ada first car buyer? Ada, tapi first car buyernya adalah high-end first car buyer," ujar Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani belum lama ini.Agung menegaskan pihaknya sudah memiliki data lebih akurat soal konsumen LCGC. Adapun menurut Daihatsu, merosotnya penjualan mobil LCGC di Indonesia disebabkan oleh melempemnya daya beli dan juga daya bayar konsumen di segmen tersebut. Meski begitu, Daihatsu sudah menyiapkan amunisi khusus agar penjualan mobil LCGC-nya bisa bergairah lagi. Agung menambahkan, Daihatsu bakal memudahkan proses kepemilikan mobil LCGC, salah satunya dari sisi pembiayaan. Sebab, para pembeli mobil pertama banyak yang memanfaatkan kredit untuk meminang mobil LCGC."Jadi untuk customer-customer, kita memiliki walaupun tadi NPL-nya, kita memiliki value chain di Astra sendiri yang sangat kuat ya untuk leasing dan kita mempermudah satu hal lagi adalah baik itu interest rate-nya, DP-nya, maupun juga term of payment yang mungkin disesuaikan dengan kebutuhan customer," terang Agung.