Volvo melakukan kampanye recall atau penarikan kembali terhadap lebih dari 40 ribu unit SUV listrik andalannya, EX30. Soalnya, baterai pada mobil listrik tersebut berisiko mengalami panas berlebih.Dikutip Reuters, recall yang sebelumnya tidak dilaporkan ini melibatkan penggantian modul dalam paket baterai tegangan tinggi pada SUV tersebut.Sebanyak 40.323 unit mobil EX30 Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance dengan sel tegangan tinggi terpengaruh. "Kami sekarang sedang menghubungi pemilik semua mobil yang terpengaruh untuk memberi tahu mereka tentang langkah selanjutnya," kata Volvo.Volvo mengatakan akan mengganti unit yang terkena dampak secara gratis. Volvo juga mendesak pemilik untuk sementara waktu membatasi pengisian daya hingga 70 persen untuk menghilangkan risiko kebakaran.Sejak Desember, Volvo telah memberi tahu pemilik EX30 di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Brasil untuk memarkir kendaraan jauh dari gedung dan membatasi pengisian daya hingga 70 persen.Recall ini diduga dikaitkan dengan kasus kebakaran mobil listrik di Brasil. Masalah baterai menjadi perhatian publik setelah sebuah mobil listrik Volvo EX30 terbakar di sebuah dealer di Maceió, Brasil, pada November 2025.Analis industri, seperti dikutip Reuters, memperkirakan penggantian modul baterai dapat menelan biaya hingga 195 juta dolar AS, belum termasuk biaya logistik dan perbaikan.Dilaporkan sebelumnya, masalah ini bermula dari apa yang disebut Volvo sebagai penyimpangan proses selama pembuatan sel baterai. Volvo tidak menjelaskan secara detail penyimpangan tersebut, tetapi diduga karena baterai ini mengalami pertumbuhan pelapisan lithium di dalam sel baterai.Pertumbuhan tersebut, yang juga disebut dendrit, dapat membesar seiring waktu hingga menyebabkan korsleting. Jelas, itu adalah masalah yang berpotensi fatal. Karena itu, Volvo mengeluarkan kampanye recall dan menyarankan pelanggan terkait untuk memarkir kendaraannya di luar ruangan.Indikator masalah baterai ini bisa ditemukan konsumen ketika melihat peringatan baterai terlalu panas yang ditampilkan di panel instrumen. Produsen mobil ini pertama kali menemukan masalah tersebut pada Juli 2025 setelah mendengar tentang potensi situasi baterai terlalu panas di luar AS.