Volvo Cars menggulirkan kampanye perbaikan massal (recall) terhadap SUV listrik kompak Volvo EX30 di berbagai negara. Recall ini berkaitan dengan potensi risiko pada baterai tegangan tinggi yang bisa memicu panas berlebih. Dilansir dari Reuters, penarikan tersebut melibatkan sekitar 40.323 unit EX30 secara global. Perbaikan dilakukan dengan mengganti modul pada paket baterai tegangan tinggi kendaraan yang terdampak. Model yang masuk dalam daftar recall meliputi varian Volvo EX30 Single Motor Extended Range dan Volvo EX30 Twin Motor Performance. Tak hanya unit di global, unit Volvo EX30 yang dijual di Indonesia juga terdampak recall. Terkait hal ini, pihak Volvo Cars Indonesia memastikan bahwa langkah penanganan juga dilakukan terhadap unit yang ada di Tanah Air. GM Sales & Operational Volvo Cars Indonesia, Heryanto Djayaputra mengatakan bahwa pihaknya sudah bersiap memanggil konsumen untuk melakukan perbaikan. “Ada, tapi sudah ada penanganan dari Volvo untuk customer-customer kita. Kita sudah mulai persiapkan, memanggil customer untuk melakukan perbaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dipanggil customer,” kata Heryanto, saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2026). Volvo EX30 Sementara itu, Corporate Planning Volvo Cars Indonesia, Ilham Suryo Aldianto menjelaskan bahwa Volvo masih terus melakukan investigasi terhadap penyebab masalah tersebut. Menurut Ilham, isu ini ditemukan pada batch produksi awal EX30 tahun 2024 yang sudah dikirim ke beberapa pasar, termasuk Indonesia. “Tapi sampai saat ini Volvo tetap mengetes terus untuk menyebabkan isunya, yang di mana itu menyebabkan di batch-batch (produksi 2024) awal EX30 yang sampai di Indonesia. Secara safety dan concern, Volvo memonitor situasinya dan bahkan beberapa dari yang ada di Indonesia ini sudah ada yang selesai isunya,” kata Ilham. Saat ini populasi EX30 di Indonesia diperkirakan sekitar 85 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 unit masuk dalam daftar recall dan akan menjalani proses perbaikan. Sebagai informasi, baterai yang digunakan pada kendaraan terdampak diproduksi oleh Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co., perusahaan patungan yang berafiliasi dengan Geely. Sebagai langkah pencegahan sementara, Volvo sebelumnya juga menyarankan pemilik kendaraan untuk membatasi pengisian baterai hingga 70 persen hingga proses perbaikan selesai dilakukan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang