Menyiram piringan rem mobil saat perjalanan mudik sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama ketika rem dalam kondisi panas. Saat mobil digunakan terus-menerus, apalagi di jalan tol atau turunan panjang, piringan rem (cakram) bisa menjadi sangat panas akibat gesekan. Imun, pemilik bengkel Spesialis pesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan jika komponen yang panas langsung disiram air, maka akan terjadi perubahan suhu yang sangat drastis. “Ini bisa menyebabkan piringan rem, melengkung, retak halus, atau bahkan mengurangi performa pengereman karena efek thermal shock,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Selasa (24/3/2026). Selain itu, air yang masuk ke sistem rem juga bisa membuat kampas rem menjadi licin sementara. Akibatnya, pengereman bisa terasa kurang pakem dan berisiko saat dibutuhkan mendadak. Namun, ada kondisi tertentu di mana air mengenai rem itu wajar, misalnya saat melewati genangan air atau hujan. Pengecekan rem mobil di bengkel Suzuki Bedanya, pendinginan terjadi secara bertahap, bukan langsung disiram dalam kondisi sangat panas. “Bila tujuan menyiram, ingin mendinginkan rem saat mudik, cara yang lebih aman adalah membiarkan komponen dingin dengan sendirinya,” ucap Imun. Gunakan teknik engine brake untuk memperlambat laju kendaraan saat turunan agar rem tidak cepat panas. Dan senantiasa jaga jarak agar tidak terlalu sering mengerem mendadak. Jadi kesimpulannya, menyiram piringan rem tidak dianjurkan, karena justru berpotensi merusak komponen dan mengurangi keselamatan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang