Mobil bekas dengan riwayat overheating perlu diwaspadai lantaran ada risiko performanya sudah tidak optimal. Hal terjadi lantaran perbaikan yang tidak tuntas. Sebagai gambaran, mobil bekas yang punya riwayat overheating bisa dikenali dengan beberapa tanda. Ini bisa menjadi perhatian calon pembeli mobil bekas. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan tanda mobil bekas punya riwayat overheating bisa diketahui dengan memeriksa fisik dan performanya. “Lebih pasti bila calon pembeli punya data atau dokumen riwayat service, itu akan menjadi transparansi, bahwa unit tersebut pernah diperbaiki bagian apanya saja setelah overheating,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Senin (5/1/2026). Bila dokumen tersebut tidak ada, maka calon pembeli bisa melakukan pemeriksaan khususnya pada air radiatornya. “Pemeriksaan tidak bisa dilakukan secara cepat, tapi harus diamati setiap hari, bila setelah mobil digunakan, air radiator berkurang, bisa jadi unit sudah pernah overheating,” ucap Imun. Ilustrasi radiator pada mobil. Selain itu, mesin mobil cenderung lebih cepat panas. Ketika mendapatkan beban berat atau putaran tinggi, suhu di indikator akan naik melebihi batas normalnya sampai ke area merah. Selain itu, gejala lain bisa terdeteksi dari nyala kipas radiatornya. Bila menyalanya lama, padahal air conditioner (AC) mati, maka perlu diwaspadai. “Normalnya, ketika kipas berputar, suhu air radiator akan berangsur turun, membuat kipas mati sesaat, bila dia menyala terus artinya radiator tak mampu mendinginkan air radiator, bila terus dibiarkan bisa overheating lebih parah,” ucap Imun. Nah, itu beberapa tanda mobil bekas pernah mengalami overheating, terutama bila perbaikannya tidak optimal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang