JAKARTA, KOMPAS.com – Musim hujan menuntut pengendara motor lebih jeli dalam memilih perlengkapan berkendara, termasuk kaca helm. Visor yang tepat bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berpengaruh langsung pada keselamatan karena berkaitan dengan jarak pandang saat berkendara di tengah hujan dan pantulan lampu kendaraan lain. Dalam kondisi hujan, visibilitas pengendara kerap terganggu oleh air yang menempel di kaca helm, embun di bagian dalam visor, hingga pantulan lampu yang menyilaukan. Oleh karena itu, pemilihan jenis kaca helm tidak bisa sembarangan. Presiden RC Motogarage, Reyner Alexander, mengatakan bahwa kaca helm bening atau clear visor menjadi pilihan paling ideal untuk digunakan saat musim hujan. “Clear visor atau kaca helm bening menurut saya yang paling ideal untuk hujan,” ujar Reyner saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/12/2025). Visor bening dapat membantu pengendara tetap mendapatkan pandangan maksimal, terutama saat hujan deras atau ketika berkendara pada malam hari. Visor helm yang bersih memaksimalkan visibilitas saat berkendara. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar performa visor tetap optimal. Reyner menyarankan agar kaca helm dilengkapi lapisan anti-embun di bagian dalam. Fitur ini berfungsi mencegah kaca berembun akibat perbedaan suhu antara bagian dalam helm dan udara luar yang dingin saat hujan. “Kalau memungkinkan, ada lapisan anti-embun di bagian dalam supaya tidak berkabut dan mengganggu visibilitas pengendara,” kata Reyner. embun, lapisan anti-gores juga tak kalah penting. Visor yang sudah penuh baret akan membuat pantulan cahaya lampu kendaraan lain menjadi menyebar dan menyilaukan, terutama saat hujan dan malam hari. Untuk perlindungan ekstra, Reyner juga merekomendasikan penggunaan lapisan penangkal air di bagian luar visor. Lapisan ini membantu air hujan tidak menempel dan lebih mudah mengalir saat terkena angin ketika motor melaju. “Kalau ada lapisan penangkal air di bagian depan visor lebih baik lagi, jadi air bisa mengalir dan tidak menempel di visor seiring terkena angin dalam perjalanan,” ucap Reyner. Lapisan penangkal air tidak selalu harus bawaan pabrik. Pengendara bisa menambahkannya sendiri, baik dalam bentuk cairan maupun stiker khusus yang dijual terpisah di pasaran. Dengan memilih kaca helm yang tepat, bening, anti-embun, anti-gores, dan dilengkapi penangkal air, pengendara motor dapat tetap mendapatkan visibilitas optimal meskipun berkendara di tengah hujan. Langkah sederhana ini penting untuk menjaga keselamatan, terutama saat kondisi jalan licin dan cuaca kurang bersahabat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang