Karat pada besi tuas transmisi mobil bekas merupakan hal yang cukup umum ditemukan, terutama pada kendaraan yang sudah berumur. Kondisi ini dapat muncul akibat paparan kelembapan dalam jangka waktu lama serta minimnya perawatan. Namun, ada potensi lain yang mengindikasikan karat merupakan salah satu tanda riwayat unit pernah kebanjiran. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan ada beberapa penyebab karat pada mobil bekas, tak hanya karena pernah terendam banjir. “Pada tingkat ringan, karat hanya berupa noda tipis di permukaan besi. Kondisi seperti ini masih tergolong wajar dan tidak langsung berdampak pada kinerja transmisi,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis, (23/4/2026). Karat ringan umumnya terjadi karena kabin mobil lembap, mobil jarang digunakan, atau lapisan pelindung besi yang mulai aus. Selama tuas transmisi masih berfungsi normal, kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Ilustrasi tuas transmisi mobil manual “Tuas transmisi umumnya dibalut dengan karpet atau komponen keras lainnya, sehingga kondisi di dalamnya cenderung lembap,” ucap Imun. Kondisi tersebut umumnya tidak terlihat secara kasat mata, kecuali saat dilakukan proses inspeksi dengan membuka bagian penutup tuas transmisi. “Tergantung mobilnya, bila usianya sudah tua, karat tipis bisa terbilang wajar, tapi jika karat mulai menebal dan membuat permukaan besi menjadi kasar, kondisi ini perlu diperhatikan,” ucap Imun. Tuas Transmisi 4AT Suzuki Fronx GL Pada tahap ini, perhatian lebih perlu diberikan agar tidak berkembang menjadi masalah serius. Karat yang parah ditandai dengan pengelupasan material besi atau perubahan bentuk. Kondisi ini dapat memengaruhi kinerja mekanisme transmisi dan membuat perpindahan gigi menjadi tidak halus. Selain tingkat keparahan, lokasi karat juga penting untuk diperhatikan. Karat di bagian tersembunyi masih relatif normal, tetapi jika muncul di area yang terlihat, perlu dicurigai adanya masalah. “Kemunculan karat di area kabin bisa menjadi indikasi bahwa mobil pernah terendam banjir atau mengalami kebocoran air, ini perlu jadi pertimbangan saat membeli mobil bekas,” ucap Imun. Jika dibiarkan, karat dapat menyebabkan komponen transmisi menjadi seret, aus lebih cepat, dan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih mahal untuk diperbaiki. Penanganan karat bisa dilakukan dengan membersihkan permukaan besi menggunakan cairan khusus, kemudian mengamplas dan melapisinya kembali dengan pelindung atau pelumas. “Selain itu, dampak mobil pernah terendam banjir juga perlu diperhatikan karena bisa membuat komponen rusak dalam jumlah besar, bukan hanya di sektor transmisi,” ucap Imun. Kesimpulannya, karat ringan masih tergolong normal pada mobil bekas. Namun, karat yang parah atau mengganggu fungsi harus segera ditangani karena bisa menjadi tanda masalah yang lebih besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang