Kerusakan jalan kembali menimbulkan kerugian bagi pengguna kendaraan di Ibu Kota. Kali ini, jalan berlubang di Flyover Pesing, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, membuat sejumlah mobil mengalami ban bocor dan pecah secara bersamaan saat melintas di lokasi tersebut. Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah mobil berjajar di sisi Jalan Daan Mogot pada Kamis (8/1/2026) malam. Sedikitnya lima mobil tampak berhenti tepat di depan jembatan penyeberangan orang (JPO) Rumah Pompa. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga mengalami kerusakan ban secara bersamaan usai melintasi flyover Pesing. Dalam keterangan video, disebutkan bahwa pecah ban dan kebocoran diduga disebabkan oleh lubang jalan yang cukup parah di atas flyover. Selain itu, muncul pula dugaan adanya ranjau paku yang turut menjadi penyebab insiden tersebut. KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, membenarkan adanya kerusakan jalan di flyover Pesing. “Betul, ada jalan berlubang di flyover Pesing dari arah Grogol menuju Cengkareng, tepatnya di seberang Rusun Pesing,” ujar Sudarmo dikutip , Jumat (9/1/2025). Jalanan berlubang di Flyover Pesing, Daan Mogot, Jakarta Barat yang diduga menyebabkan insiden pecah ban dan kebocoran sejumlah kendaraan, Jumat (9/1/2026) Menurut Sudarmo, kondisi jalan tersebut telah dicek langsung oleh personel Satlantas Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat pagi. Informasi terkait kerusakan jalan juga telah diteruskan kepada Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat untuk segera dilakukan perbaikan. Sementara itu, Foreman Nissan Bintaro, Ibrohim, menjelaskan bahwa dampak mobil menghantam lubang jalan bisa sangat beragam, tergantung pada kecepatan kendaraan, ukuran lubang, serta usia komponen mobil. “Kalau lubangnya besar dan dalam, bisa merobek ban saat mobil melaju kencang. Untuk kendaraan berat seperti truk, bahkan bisa mematahkan gardan. Selain itu, peredam kejut juga bisa lebih cepat rusak atau bocor,” kata Ibrohim. Ia menjelaskan, kerja peredam kejut yang terlalu ekstrem dapat membuat oli di dalamnya mudah bocor, sehingga performa suspensi menurun. “Peredam kejut jadi tidak mampu meredam guncangan dengan baik jika seal di dalamnya sobek atau oli keluar. Dampaknya, mobil jadi tidak nyaman dikendarai,” ujarnya. Tak hanya itu, Ibrohim menyebut masih banyak komponen kaki-kaki lain yang berisiko rusak akibat sering menghantam lubang. Ajip Suspension, spesialis kaki-kaki mobil di Bogor “Con rod yang menyambungkan stabilizer ke peredam kejut bisa cepat oblak, bushing arm mudah sobek, bearing roda juga bisa cepat rusak. Semakin besar lubang dan semakin tinggi kecepatan, potensi kerusakan makin parah,” kata dia. Lubang-lubang kecil di jalan pun tidak bisa dianggap sepele. Menurut Ibrohim, kondisi tersebut dapat mengubah sudut roda dan mempercepat kebutuhan spooring. “Mobil jadi lebih cepat butuh spooring ulang karena sudut roda berubah. Dalam jangka panjang, kerusakan lain juga bisa muncul karena suspensi bekerja ekstra,” ujarnya. Karena itu, Ibrohim mengingatkan pengendara untuk selalu mengurangi kecepatan saat melintasi jalan rusak guna meminimalkan risiko kerusakan kendaraan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang