Musim hujan identik dengan genangan dan jalan berlubang. Buat pemilik mobil, kondisi ini bukan cuma mengancam ban, tapi juga pelek. Tak sedikit kasus pelek penyok akibat menghantam lubang yang tertutup air, lalu berujung dibawa ke tukang pres untuk dibenerin. Namun, benarkah pelek penyok aman jika sudah dipres ulang? Stevanus KT, National Sales Manager PT Stamford Tyres Distributor Indonesia, mengatakan perbaikan pelek dengan cara dipres sebenarnya tidak direkomendasikan, terutama jika mengutamakan aspek keselamatan dan kekuatan struktur. Ilustrasi pelek mobil “Kalau kita enggak menyarankan. Kenapa? Otomatis strukturnya pasti enggak 100 persen kembali seperti sebelumnya,” ujar Stevanus, kepada Kompas.com (19/2/2026). “Namanya dipres kan, dan mereka dipanaskan, pasti mereka akan deformasinya enggak mungkin 100 persen seperti awal,” kata dia. Menurut dia, proses pemanasan dan penekanan ulang memang bisa membuat bentuk pelek kembali mendekati semula. Pengendara saat melintas di Jalan DI Panjaitan yang terendam banjir imbas hujan deras yang mengguyur wilayah Indramayu, Rabu (18/2/2026) Namun secara struktur material, sudah terjadi perubahan. Artinya, kekuatan pelek tidak lagi sama seperti saat pertama kali diproduksi. Meski demikian, Stevanus menambahkan, dari proses tersebut biasanya bisa terlihat kualitas bahan pelek. Menurutnya, pelek dengan kualitas bagus biasanya agak sulit untuk diperbaiki kalau sudah penyok, alias bisa rusak permanen. “Biasa kalau dipres atau misal tukang-tukang pres pasti tahu bahan pelek yang bagus atau enggak. Mereka sudah tahu ketebalannya. Malah perlu waktu yang lebih lama (buat pelek kualitas bagus),” kata dia. Pelek New Pajero Sport Ia menjelaskan, pelek yang diproduksi dengan standar tinggi umumnya melalui proses heat treatment. “Kalau kita tuh produksi SSW tuh ada melalui proses heat treatment. Dari casting sampai heat treatment itu kayak pemanasan sampai suhu tertentu waktunya bisa 6-8 jam,” ucap Stevanus. “Dan enggak semua pabrik melakukan itu. Kenapa? Karena waktunya habis dan cost-nya juga tinggi. Karena mereka mengejar produksi,” katanya. Mengenal perbedaan jenis pelek mobil. Proses heat treatment tersebut bertujuan memperkuat struktur logam sehingga lebih tahan terhadap benturan. Konsekuensinya, saat mengalami kerusakan, pelek dengan kualitas material lebih baik cenderung lebih sulit dan lebih lama untuk dipres ulang. Dengan meningkatnya risiko menghantam lubang saat musik hujan seperti sekarang, pengemudi disarankan lebih waspada saat melintasi genangan, menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi, dan tidak melaju terlalu kencang di jalan rusak. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang