Fungsi sepeda motor di Indonesia kini sudah mengalami pergeseran yang sangat masif. Kendaraan roda dua tidak lagi sebagai alat transportasi, melainkan sudah menjelma menjadi identitas dan cerminan karakter dari pemiliknya. Dalam acara Berkampus Ria kolaborasi AHM dan Kompas.com di Unika Atma Jaya, Cisauk, Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) membedah fenomena menarik ini dari kacamata perilaku konsumen di tanah air. Menurutnya, sepeda motor sekarang memiliki kedekatan emosional yang sangat erat dengan gaya hidup para penggunanya. Menariknya, tren lifestyle ini tidak hanya berhenti di urusan gaya, tetapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi. Modifikasi Honda Vario 160 ala Fireblade 30th Anniversary Filosofi 'Aku Adalah Motorku' Muhib memaparkan bahwa pilihan tipe atau model motor yang dikendarai seseorang sering kali secara tidak langsung menunjukkan bagaimana karakter kepribadian si pengendara tersebut di jalan raya. Dari situlah kemudian lahir sebuah filosofi unik di tengah masyarakat. "Aku adalah motorku, kira-kira begitu. Kalau aku menggunakan motor Scoopy, aku lebih modis. Kalau aku menggunakan Vario, maka aku lebih sporty, kira-kira begitu," ujar Muhib, Rabu (8/7/2026). Kedekatan emosional ini juga merambah ke segmen motor sport dan dual-purpose. Sambil bercanda, Muhib mencontohkan bagaimana produk motor trail Honda bisa memberikan efek instan pada kepercayaan diri pengendaranya di tongkrongan. Honda CRF150L "Kalau aku menggunakan CRF, motor trail, maka akan lebih ganteng. Nambah lima persen gantengnya biasanya," kata Muhib. Saat Hobi dan Modifikasi Ikut Menggerakkan Ekonomi Lebih lanjut, Muhib menjelaskan bahwa indikator pergeseran ini terlihat jelas dari bagaimana masyarakat menghabiskan waktu luang dan uang mereka bersama sepeda motor kesayangannya. Motor kini menjadi modal utama untuk menyalurkan berbagai macam hobi berkendara, mulai dari sunmori, bermain tanah masuk hutan (adventure), hingga sekadar berkumpul bersama komunitas. "Artinya motor itu sekarang punya fungsi yang melebar, tidak hanya untuk kegiatan sehari-hari, tapi juga menambah gaya, menjadi bagian dari lifestyle masyarakat Indonesia," tutur Muhib. Hebatnya, ketika motor sudah bergeser menjadi hobi dan media kreativitas lewat modifikasi, hal ini memberikan dampak bergulir yang sangat signifikan bagi sektor finansial dan UMKM. Aktivitas nongkrong akhir pekan hingga kebutuhan mempercantik tampilan kendaraan otomatis membuka keran ekonomi baru di luar industri pabrikan inti. "Hobi memodifikasi, itu luar biasa dalam gerakan untuk perekonomian. Sangat menentukan," kata Muhib.