Meski sudah mau masuk bulan kedua, namun insentif otomotif 2026 masih belum jelas. Kondisi tersebut membuat masyarakat Indonesia menunda pembelian mobil baru.Budi Darmawan Jantania selaku Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengatakan, penundaan transaksi mobil itu terjadi selama Januari 2026. Konsumen masih menunggu kebijakan pasti pemerintah. "Kayak kagok aja gitu, tunggu deh sampai ini fix. Oke baru konsumen consider (beli mobil), at this moment kustomer masih wait and see," ujar Budi Darmawan saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah.Logo Chery. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOtoMeski demikian, Budi meramal, penundaan tersebut hanya terjadi di bulan Januari. Daya beli konsumen, menurutnya, akan kembali menanjak di bulan berikutnya. Tren yang sama sebenarnya juga terjadi tahun lalu."Jadi menurut saya itu hanya terjadi di Januari ya, sampai nanti pemerintah rilis kebijakan finalnya. Ya harusnya wait and see hanya terjadi sampai Februari," tuturnya."Mereka menunda bukan berarti dibatalin, tapi lebih ke pemilihan waktunya berubah. Ini mirip tahun lalu, Januari rendah, Februari baru naik," tambahnya.Lebih jauh, Budi menegaskan, mobil saat ini sudah menjadi kebutuhan primer konsumen Indonesia. Jadi, sekarang atau nanti, jika memang butuh,mereka tetap akan membeli kendaraan baru."Kalau kita sih lihatnya mobil itu buat orang Indonesia kayak kebutuhan primer, harga ini kan naiknya ramai-ramai, barengan," kata dia.Diberitakan sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pihaknya sudah mengajukan usulan insentif dan stimulus untuk sektor otomotif kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.Dia mengklaim, insentif untuk sektor otomotif merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi nasib tenaga kerja di Indonesia."Kami sudah kirim dan tentu seperti yang selalu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, dan juga kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi kepada perekonomian," kata Agus.