Pameran GJAW 2025 Tren pembelian mobil baru kelas premium di Indonesia mengalami perubahan signifikan sepanjang tahun ini. Meski daya beli konsumen segmen atas dikenal kuat, minat mereka untuk melakukan pembelian justru terlihat menurun dalam beberapa bulan terakhir. General Manager Lexus Indonesia, Ima Nurbani Rahmah, mengungkapkan bahwa penundaan pembelian tersebut bukan disebabkan oleh turunnya kemampuan finansial. Menurutnya, mayoritas konsumen di segmen luxury merupakan para pemilik bisnis yang sensitif terhadap kondisi ekonomi makro. Para pelaku usaha tersebut cenderung berhati-hati dalam melakukan pengeluaran besar, termasuk pembelian mobil mewah. Meskipun memiliki daya beli yang tinggi, mereka tetap menunggu situasi yang dirasa cukup aman sebelum melakukan pembelian aset. Pengunjung Pameran GJAW 2025 Penundaan ini bukan mencerminkan menurunnya minat, melainkan strategi pengelolaan risiko yang umum dilakukan oleh pemilik bisnis. Ima mengatakan bahwa banyak konsumen sebenarnya sudah memiliki niat membeli, tetapi waktu pembeliannya ditunda hingga kondisi ekonomi membaik. Segmen luxury sendiri tergolong resilien, namun tetap rentan terhadap tekanan eksternal. Ketika kondisi global tidak stabil, konsumen premium ikut merasakan dampaknya dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Menurut Ima, pola tersebut terlihat jelas pada pertengahan tahun ini. “Isunya bukan purchasing power, mereka sebenarnya sudah siap, tapi sebagai business owner mereka menunggu saat yang lebih safe untuk spending,” kata Ima.Meski ada perlambatan, pemulihan tetap berpotensi terjadi apabila kondisi ekonomi menunjukkan stabilitas baru. Produsen mobil premium pun memantau perubahan ini sambil menyesuaikan strategi penjualan dan layanan mereka.Ima menambahkan bahwa Lexus tetap optimistis karena loyalitas konsumen di segmen ini sangat tinggi. Fasilitas layanan dan pengalaman premium yang ditawarkan menjadi faktor penting yang membuat pelanggan tetap dekat dengan merek.