Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 bakal digelar mulai minggu depan. Di tengah ketidakpastian soal pemberian insentif buat sektor otomotif, apakah IIMS tahun masih ramai pembeli?Daswar Marpaung, President Director Dyandra Promosindo, selaku penyelenggara pameran IIMS menjelaskan, sejauh ini pihaknya masih tetap optimis pameran IIMS bakal ramai pembeli. Daswar menegaskan, industri otomotif tak selamanya bergantung pada insentif, khususnya mobil listrik yang dalam beberapa tahun ini dimanja insentif."Saya rasa kalau melihat (kepastian) insentif itu, mungkin kita tetap optimis aja ya. Karena mungkin kan harga mobil listrik (sekarang) nggak terlalu mahal ya. Dan brand-brand-nya juga brand-brand kuat gitu," buka Daswar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/1/2026). "Jadi saya rasa perhitungannya sudah cukup cermat. Untuk insentif ini kan cuma mendorong ya, dan insentif ini kan sebenarnya nggak selamanya harus ada, tapi kan in the moment, first 2-3 years akan dibantu oleh pemerintah. Dan saya rasa semua industri juga nggak berharap insentif itu selamanya, sehingga pasti ada akhirnya," tambah dia."Kita masih optimis. Walaupun tentunya kita masih berharap, industri masih berharap, pemerintah masih memberikan insentif, saya rasa masih terbuka soal peluang itu. Tapi walaupun tidak ada ya tetap harus jalan ya bisnisnya. Kan itu cuma adjustment aja dari semua harga," tegas Daswar.Diberitakan sebelumnya, IIMS 2026 diselenggarakan pada tanggal 5-15 Februari 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. IIMS tahun ini ditargetkan meraup nilai transaksi Rp 8 triliun."Target minimal transaksi berada di angka Rp 8 triliun, yang mencakup penjualan mobil, motor, dan industri pendukung," bilang Project Manager IIMS 2026 Rudi MF di Jakarta, Selasa (27/1/2026).Optimisme Rudi didukung dengan jumlah peserta IIMS yang semakin banyak tahun ini, baik itu dari merek mobil, motor, termasuk industri pendukungnya. "Terus untuk jumlah pengunjung, kita targetkan minimal di angka 575 ribu pengunjung," tambah Rudi.Sebagai informasi, IIMS 2026 akan dihadiri banyak merek. Dari roda empat ada merek Audi, BAIC, BMW, BYD, Changan, Chery, Citroen, Denza, DFSK, Ford, GAC, Geely, GWM, Honda, Hyundai, i-CAR, Jaecoo, Jeep, Jetour, KIA, Lepas, Maxus, Mazda, MG, Mercedes Benz, Mini, Mitsubishi, Nissan, Seres, Suzuki, Toyota, VW, Wuling, dan Xpeng.Sementara dari kendaraan roda dua, ada brand AHM, Alva, Aprilia, Benda, Benelli, Indomobil E-Motor, Keeway, Morbidelli, MotoGuzzi, Pacific, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, United, Vespa dan Yamaha.