Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa tahun depan tidak ada insentif untuk mobil listrik. Meski demikian, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yakin pemerintah memiliki solusi terbaik. Alasan pemerintah tidak lagi memberikan insentif untuk mobil listrik adalah karena saat ini sudah banyak mobil listrik yang dirakit secara lokal. Lini produk Changan Avatr yang menyasar segmen mobil listrik premium Selain itu, banyak juga mobil listrik yang harganya di bawah Rp 300 juta. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu langkah konkret dari pemerintah. Dia yakin pemerintah sudah mempertimbangkan berbagai aspek. Test drive mobil listrik GAC Indonesia "Kita serahkan ke pemerintah apa yang terbaik buat kita, industri otomotif, penjualannya, dan lain sebagainya," kata Jongkie kepada wartawan saat ditemui di Tangerang, belum lama ini. "Menurut saya, tidak ada masalah. Kita yakin pemerintah pasti memberikan yang terbaik untuk ini, karena dia (pemerintah) juga tidak mau industrinya terpuruk. Selalu pesannya tidak boleh PHK, iya kan?" tambah Jongkie. Jongkie menambahkan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan jenis bantuan dari pemerintah, entah disebut insentif atau lainnya. Menurutnya, yang penting adalah penjualan dan produksi bisa meningkat. "Pemerintah pasti memikirkan yang terbaik untuk industri otomotif. Kita kan pelaku, kita jalani," ujar Jongkie. Jongkie juga menyatakan bahwa pemerintah sudah mengetahui bagaimana kondisi industri otomotif. Setiap tahunnya, Gaikindo juga sudah memberikan data laporan penjualan, termasuk jika ada penurunan atau peningkatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang