Mitsubishi Motors sempat mencuri perhatian saat memperkenalkan L100 EV sebagai kendaraan niaga listrik di Indonesia. Mengusung konsep van komersial ramah lingkungan, model ini diproyeksikan menjadi alternatif baru bagi dunia usaha. Namun, bagaimana kiprah Mitsubishi L100 hingga kini? Head of Sales Group, Sales & Marketing Division PT MMKSI, Budi Dermawan Daulay, mengungkapkan bahwa respons pasar terhadap L100 memang belum sesuai harapan. L100 EV bakal menjadi kendaraan operasional PT POS Indonesia di IKN Menurutnya, segmen kendaraan niaga memiliki karakter yang berbeda dengan mobil penumpang. Mayoritas konsumen berasal dari kalangan perusahaan, yang masih sangat mempertimbangkan aspek biaya operasional. “Mostly saat ini dari sisi cost mereka masih melihat terlalu besar, dibandingkan mungkin penggunaan BBM atau solar. Jadi memang kelihatannya untuk dunia usaha, listrik belum menjadi prioritas,” ujar Daulay, kepada Kompas.com (5/2/2026). Selain soal harga, tantangan lain datang dari kompetisi. Daulay menyebutkan, merek-merek kendaraan niaga konvensional masih menawarkan harga yang lebih terjangkau. Mobil listrik Mitsubishi L100 EV digunakan buat layanan home service Hal inilah yang membuatnya terlihat lebih menarik bagi pelaku usaha. Alhasil, kendaraan listrik seperti L100 belum menjadi pilihan utama. Dari sisi profil konsumen, Mitsubishi L100 EV sebagian besar dibeli oleh pembeli fleet. Sektornya didominasi perusahaan dengan perhatian khusus pada isu lingkungan, seperti Rentokil dan perusahaan logistik. rata memang mereka punya jaringan dengan perusahaan Eropa atau Amerika. Konsumen yang concern ke green,” ucap Daulay. Mobil listrik Mitsubishi L100 EV digunakan buat layanan home service Secara geografis, penjualannya pun sangat terkonsentrasi, dengan sekitar 92 persen berada di wilayah Jakarta. Namun secara volume, kontribusi L100 tergolong sangat kecil. Berdasarkan data wholesales Gaikindo, sepanjang 2025 penjualan Mitsubishi L100 hanya mencapai 39 unit. Bahkan Daulay mengungkapkan, saat ini L100 sudah tidak lagi dipasarkan. “Karena setiap bulan kita juga sudah tidak menjual lagi. Sudah discontinue untuk L100. Mobil elektrifikasi Mitsubishi belum ada lagi. Yang Outlander juga, yang BEV, belum,” kata Daulay. Kabin Mitsubishi L100 EV Sebagai informasi, Mitsubishi L100 EV merupakan van listrik komersial berkonfigurasi blind van 2-seater. Mobil ini dibekali motor listrik bertenaga 31 kW (41 Tk) dan torsi 195 Nm, baterai 20,1 kWh, jarak tempuh hingga 180 km (WLTC), serta kemampuan fast charging 0–80 persen dalam 42 menit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang