Heboh pikap impor untuk program Koperasi Desa (Kopdes), Mitsubishi juga ikut angkat bicara terkait kemampuan produksi dalam negeri. Kabar PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan impor 105.000 unit kendaraan niaga pikap dan truk dari India sedang hangat diperbincangkan. Importasi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini sedang digodok. Secara rinci, 105.000 unit tersebut terdiri dari 35.000 unit Mahindra Scorpio Pikup, 35.000 unit Tata Yodha, dan 35.000 unit Tata Ultra T7. Rencana importasi ini menuai pro dan kontra, serta memicu banyak dorongan agar PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung produsen dalam negeri. Salah satunya adalah Mitsubishi Motors yang diwakili oleh PT Mitsubishi Krama Yudha Indonesia (MMKI) sebagai manufaktur dan PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai sayap penjualan Mitsubishi di Indonesia. Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT MMKSI, menyebut bahwa Mitsubishi memiliki kapasitas untuk memproduksi pikap secara lokal. "Sebenarnya kami memiliki kapasitas untuk memproduksi Mitsubishi L300 untuk memenuhi pesanan," kata Kurita di sela-sela acara Media Iftar Mitsubishi Motors di Pulomas, Jakarta Timur.