Booth BAIC di IIMS 2026 Sebaliknya, merek yang dikenal lewat jajaran SUV dan mobil 4x4 itu justru memasang target yang cukup berani. Pada 2026, BAIC Indonesia membidik lonjakan penjualan hingga hampir 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya. GULIR UNTUK LANJUT BACA Melalui PT JIO Distribusi Indonesia sebagai distributor resminya, BAIC menargetkan penjualan mencapai 2.018 unit pada 2026. Angka tersebut melonjak drastis dari capaian 2025 yang tercatat sebanyak 677 unit.Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan bahwa perusahaan melihat peluang besar di pasar Indonesia, terutama di segmen SUV dan kendaraan 4x4.Menariknya, ketika pasar otomotif nasional mengalami penurunan dari 865.723 unit pada 2024 menjadi 803.687 unit di 2025, segmen mobil 4x4 justru menunjukkan tren sebaliknya.Segmen ini bahkan tumbuh cukup signifikan hingga 27 persen, dari 15.209 unit menjadi 19.244 unit. Tren tersebut menunjukkan minat konsumen terhadap mobil yang tangguh dan fleksibel untuk berbagai kondisi jalan semakin meningkat.Melihat peluang itu, BAIC mulai menyiapkan strategi ekspansi yang lebih agresif, mulai dari memperluas jaringan dealer, menghadirkan produk baru, hingga memperkuat layanan purna jual.Saat ini BAIC telah menghadirkan beberapa model SUV di Indonesia, seperti BAIC X55 II, BAIC BJ40 Plus, dan BAIC BJ30 Hybrid.Ke depan, BAIC juga berencana merakit secara lokal versi hybrid dari BAIC BJ30 HEV mulai 2026. Langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur BAIC di Asia Tenggara.Tidak hanya fokus pada SUV dan hybrid, BAIC juga mulai serius menggarap pasar kendaraan listrik. Pada 2026, mereka akan membawa sub-brand EV premium miliknya, Arcfox, ke Indonesia.Model pertama yang akan diperkenalkan adalah Arcfox T1. Mobil hatchback listrik ini akan bersaing di segmen yang saat ini mulai ramai dengan pemain seperti BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, MG4 EV, dan GWM Ora Cat.Selain itu, BAIC juga menyiapkan mobil listrik lain dari brand utamanya yaitu BAIC X1. Model ini akan bermain di segmen small hatchback EV yang saat ini mulai diisi oleh Wuling Binguo EV dan BYD Atto 1.Langkah ekspansi BAIC tidak berhenti di situ. Pada 2027 mendatang, perusahaan bahkan berencana menghadirkan MPV listrik premium Arcfox N80 KS yang akan berhadapan langsung dengan Denza D9 EV serta Toyota Alphard Hybrid.Untuk menopang ambisi tersebut, BAIC juga akan memperluas jaringan dealer secara nasional. Hingga akhir 2026, perusahaan menargetkan memiliki 28 dealer yang melayani penjualan, servis, dan suku cadang.Saat ini BAIC sudah memiliki enam dealer di wilayah Jabodetabek dan berencana menambah tujuh dealer baru dalam waktu dekat. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain itu, BAIC juga memperkuat layanan purna jual dengan berbagai program perlindungan konsumen, seperti garansi kendaraan hingga lima tahun, gratis servis berkala selama empat tahun atau 80.000 km, serta layanan emergency roadside assistance gratis selama lima tahun.Dengan strategi produk baru, ekspansi jaringan, dan masuknya lini kendaraan listrik premium, BAIC tampaknya tidak sekadar ingin numpang lewat di pasar otomotif Indonesia. Mereka jelas sedang menyiapkan langkah besar untuk memperkuat posisinya di Tanah Air