Emta K-Car Kehadiran model tersebut diproyeksikan menjadi penantang baru bagi BYD Racco yang juga akan masuk ke pasar Jepang dalam waktu dekat. GULIR UNTUK LANJUT BACA Dikutip VIVA dari Carnewschina, Jumat 29 Mei 2026, langkah ini menarik perhatian karena segmen kei car selama puluhan tahun dikenal sebagai “wilayah aman” bagi produsen Jepang seperti Suzuki, Daihatsu, Honda, dan Nissan. Namun kini, produsen asal China mulai berani masuk ke pasar yang sangat khas tersebut dengan membawa kendaraan listrik kompak.Emta sendiri merupakan merek otomotif di bawah perusahaan Electric Mobility Technologies (EMT) yang berbasis di Singapura. Perusahaan itu dibentuk melalui kerja sama beberapa pihak, yakni Chery Automobile, Jiangsu Yueda Automobile Group, Autobacs Seven, Gotion, dan Anest.Dalam kolaborasi tersebut, Chery berperan sebagai pemasok teknologi utama. Pabrikan asal Wuhu itu menyediakan platform kendaraan, sistem penggerak listrik, hingga teknologi bantuan berkendara untuk produk Emta.Sementara proses produksi kendaraan dilakukan di fasilitas Yancheng milik Yueda di China. Pabrik tersebut sebelumnya digunakan untuk memproduksi kendaraan Kia dan HiPhi.Meski menjadi salah satu pemegang saham terbesar, Chery menegaskan keterlibatannya lebih difokuskan sebagai penyedia teknologi dan investor. Operasional harian Emta tetap dijalankan secara independen.Menariknya, pengembangan produk Emta justru dipimpin tim Jepang yang memiliki latar belakang pengalaman di Honda dan Mazda. Posisi Chief Marketing Officer ditempati mantan petinggi Nissan China, Susumu Uchikoshi, sedangkan posisi CEO dijabat mantan Presiden Changan Ford, He Xiaoqing.Model pertama Emta hadir dalam bentuk kei car bergaya boxy dengan dimensi kompak khas kendaraan perkotaan Jepang. Nama resminya memang belum diumumkan, namun terdapat identitas “#01” pada bagian bodi kendaraan yang mengindikasikan mobil itu kemungkinan akan disebut Emta #01.Secara desain, tampilannya mengingatkan pada Chery QQ Ice Cream yang lebih dulu dipasarkan di China sejak 2021. Bedanya, Emta #01 hadir dengan konfigurasi lima pintu dan desain yang dibuat lebih modern.Bagian depan menggunakan lampu berbentuk kotak dengan tampilan sederhana. Pilar bodi dibuat hitam untuk memberikan efek atap melayang, sementara spion samping berukuran sangat kecil dan diduga menggunakan teknologi kamera digital.Mobil listrik ini memiliki panjang sekitar 3,4 meter dan lebar 1,48 meter, mengikuti regulasi kei car di Jepang. Emta juga mengklaim model tersebut memiliki standar keselamatan setara kendaraan berukuran lebih besar.Sayangnya, hingga saat ini spesifikasi teknis seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, maupun harga jual resmi masih belum diungkap.Selain kei car, Emta juga menyiapkan beberapa model lain berupa hatchback, SUV, dan minivan yang direncanakan hadir sebelum 2029.Masuknya Emta diperkirakan akan membuat persaingan kendaraan listrik China di Jepang semakin menarik. Terlebih, BYD juga tengah agresif memperluas pasar melalui model Racco yang disebut akan dijual dengan harga sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp270 jutaan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Persaingan kedua merek tersebut sebenarnya sudah berlangsung di pasar global. Berdasarkan data China EV DataTracker, BYD mencatat ekspor 135.098 kendaraan sepanjang April 2026. Sementara Chery membukukan ekspor lebih tinggi, yakni mencapai 177.573 unit pada periode yang sama.Dengan strategi tersebut, pasar Jepang berpotensi menjadi arena baru pertarungan produsen mobil listrik China, termasuk di segmen kei car yang selama ini sangat identik dengan pabrikan lokal Jepang.