Setelah menginvasi negara lain dengan mobil listrik, beberapa pabrikan China kini mulai mengalihkan fokusnya pada teknologi hybrid. Teknologi ini diyakini lebih tepat untuk negara-negara yang belum siap secara infrastruktur. Meskipun masih mengandalkan bahan bakar fosil atau bahan bakar minyak, tapi mesin hybrid terbukti mampu mengefisiensi penggunaan bahan bakar cukup signifikan. Emisi yang dihasilkan juga berkurang drastis dibandingkan mobil konvensional. Dikutip dari Carnewschina.com, Sabtu (2/5/2026), produsen mobil Tiongkok, termasuk Geely dan Chery, mulai memposisikan ulang HEV sebagai alternatif strategis terhadap dominasi hibrida global Toyota. HEV diposisikan sebagai jalur paralel bagi kendaraan listrik baterai, bukan sebagai penggantinya. Mesin hybrid Changan Geely menghadirkan sistem hybrid yang disebut dengan i-HEV. Kemudian, ada Changan dengan teknologi BlueCore HEV. GAC turut mengembangkan sistem full hybrid dengan HEV+. Pabrikan China lainnya, seperti GWM dan Chery, juga tak ketinggalan mengisi segmen HEV. Sementara BYD, lebih memilih teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), yang disebut dengan DM-i (Dual Mode). Pengembangan HEV semakin ditentukan oleh manajemen energi yang dikendalikan perangkat lunak, bukan lagi oleh sistem pembagian tenaga mekanis. Beberapa sistem hybrid milik pabrikan China ini mengintegrasikan logika kontrol berbasis AI yang secara terus-menerus menyesuaikan output mesin dan motor listrik berdasarkan kondisi berkendara secara real-time. Jetour kenalkan teknologi Ultra Hybrid Offroad Produsen mobil Tiongkok semakin memposisikan HEV sebagai bagian dari strategi ekspornya, terutama di wilayah-wilayah yang infrastruktur pengisian dayanya masih terbatas. Hal ini mencakup Asia Tenggara dan Amerika Selatan, di mana sistem hibrida menawarkan fleksibilitas operasional tanpa bergantung pada jaringan pengisian daya. Penetrasi kendaraan listrik (EV) di Tiongkok melampaui 52% pada Maret 2026, namun perluasan sistem HEV menunjukkan bahwa berbagai teknologi powertrain berkembang secara paralel, bukan secara berurutan menggantikan satu sama lain. Alih-alih membalikkan tren elektrifikasi, fase saat ini mencerminkan struktur multi-pathway, di mana sistem BEV, PHEV, dan HEV hidup berdampingan di berbagai skenario penggunaan, segmen biaya, dan pasar global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang