Aion UT di GIIAS 2025 Pasar mobil nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mengalami pelemahan dibanding tahun sebelumnya. Total penjualan ritel mencapai 833.712 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 889.680 unit. Di tengah kondisi pasar yang menurun, kinerja merek mobil Jepang dan China menunjukkan arah yang berbeda. Merek Jepang masih mendominasi secara volume, namun sebagian besar mencatat penurunan penjualan secara tahunan.Dilihat VIVA Otomotif di data terbaru Gaikindo, Kamis 15 Januari 2026, Toyota tetap menjadi pemimpin pasar dengan penjualan ritel 258.923 unit sepanjang 2025. Meski demikian, angka tersebut turun 11,9 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 293.788 unit. Daihatsu berada di posisi berikutnya dengan 137.855 unit, turun 18,1 persen secara tahunan. Honda mencatat penurunan lebih dalam dengan penjualan 71.233 unit atau merosot 30,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Booth Daihatsu di GIIAS 2025. Suzuki dan Mitsubishi Motors juga mengalami koreksi penjualan masing-masing 6,6 persen dan 5,0 persen. Sejumlah merek Jepang lain seperti Nissan, Mazda, Subaru, dan Lexus mencatat penurunan dua digit secara tahunan. Berbeda dengan Jepang, merek mobil China justru mencatat pertumbuhan di tengah pasar yang melemah. BYD menjadi sorotan utama dengan penjualan ritel 44.342 unit sepanjang 2025, melonjak 217,5 persen dibandingkan 2024. Wuling juga mencatat pertumbuhan dengan penjualan 11.215 unit atau naik 21,7 persen secara tahunan. Beberapa merek China lain seperti Aion, Denza, GWM, BAIC, dan Jetour turut mencatat kenaikan penjualan dibanding tahun sebelumnya. Wuling Cloud EV di GIIAS 2025Berdasarkan pangsa pasar, BYD menguasai 5,3 persen pasar mobil nasional pada 2025, naik dari 1,6 persen pada 2024. Sementara itu, Toyota dan Daihatsu tetap memimpin dengan pangsa pasar masing-masing 31,1 persen dan 16,5 persen.Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan merek China terjadi melalui peningkatan pangsa pasar, bukan karena pasar yang membesar. Sebaliknya, merek Jepang masih mendominasi, namun menghadapi tekanan penurunan volume di hampir seluruh lini.