Booth Audi di GIIAS 2018 Pangsa pasar mobil asal Eropa di Indonesia pada kuartal pertama 2026 masih berada di level terbatas dibandingkan merek Jepang dan China. Data penjualan menunjukkan kontribusi brand Eropa relatif kecil di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Berdasarkan data Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif Jumat 17 April 2026, distribusi dari diler ke konsumen sepanjang Januari hingga Maret 2026 untuk BMW yakni sebanyak 644 unit. Sementara itu, Mercedes-Benz dari gabungan lini mobil penumpang dan kendaraan komersial membukukan total 494 unit. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain dua merek tersebut, kontribusi juga datang dari brand lain dengan volume yang lebih kecil. Volkswagen mencatatkan penjualan 52 unit, Subaru 55 unit, serta Audi hanya 5 unit sepanjang periode yang sama.Volvo membukukan penjualan sebanyak 14 unit pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, Peugeot tidak mencatatkan penjualan sama sekali selama tiga bulan pertama tahun ini. Jika dijumlahkan, total penjualan mobil Eropa berada di kisaran 1.200 unit sepanjang Q1 2026. Angka tersebut jauh di bawah total pasar nasional yang mencapai 211.905 unit.Dengan demikian, pangsa pasar mobil Eropa berada di bawah 1 persen dari total penjualan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi brand Eropa masih sangat terbatas di Indonesia.Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama 2025, penjualan mobil Eropa berada di level yang lebih tinggi. BMW dan Mercedes-Benz mencatatkan volume yang lebih besar dibandingkan tahun ini.Jika dilihat secara keseluruhan, pangsa pasar mobil Eropa pada Q1 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan dari merek non-Eropa.Brand Jepang masih mendominasi pasar otomotif nasional dengan pangsa yang sangat besar. Di sisi lain, merek asal China juga mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.Segmen mobil Eropa di Indonesia memiliki karakter pasar yang lebih spesifik. Volume penjualannya memang kecil, namun tetap memiliki konsumen di kelas tertentu. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Setiap merek Eropa juga memiliki pendekatan yang berbeda dalam menghadirkan produk. Hal ini membuat pasar tetap beragam meski kontribusinya tidak besar.Dengan kondisi tersebut, pangsa pasar mobil Eropa di Indonesia masih relatif kecil. Namun, keberadaannya tetap menjadi bagian dari peta persaingan industri otomotif nasional.