Mazda CX-6e Dilansir dari Carnewschina, Sabtu 25 April 2026, pabrikan asal Jepang tersebut resmi memperkenalkan CX-6e edisi “Year of the Horse”, sebuah SUV listrik menengah yang disiapkan khusus untuk pasar China. Peluncuran ini bukan sekadar pembaruan produk, melainkan bagian dari strategi Mazda untuk tetap relevan di pasar yang kini semakin condong ke elektrifikasi. GULIR UNTUK LANJUT BACA Secara spesifikasi, CX-6e tersedia dalam dua pilihan powertrain, yakni full EV dan EREV (Extended Range Electric Vehicle). Varian listrik murni dibanderol sekitar 145.900 yuan atau setara Rp 470 jutaan, dengan jarak tempuh hingga 600 km berdasarkan siklus CLTC. Sementara versi EREV dijual lebih murah, mulai 139.900 yuan, dengan kemampuan melaju hingga 200 km dalam mode listrik sebelum mesin bensin berperan sebagai generator.Menariknya, pendekatan EREV menjadi salah satu solusi transisi di pasar China. Di tengah infrastruktur pengisian daya yang belum sepenuhnya merata, teknologi ini memberi fleksibilitas bagi konsumen—menggabungkan efisiensi EV dengan jangkauan ala mobil konvensional (ICE).Dari sisi desain, perubahan pada edisi khusus ini tergolong minimal. Mazda tetap mempertahankan karakter aerodinamis dengan koefisien hambatan udara 0,258 Cd, angka yang cukup kompetitif di kelasnya. Sebagai perbandingan, SUV listrik lain seperti Xiaomi YU7 mencatatkan 0,245 Cd, sementara Xpeng G9 berada di kisaran 0,272 Cd.Ubahan paling terasa justru hadir di interior. Mazda kini menawarkan tema warna ungu-putih sebagai standar, memberikan nuansa kabin yang lebih segar dan premium. Layar infotainment berukuran 26,45 inci dengan resolusi 5K menjadi pusat kendali, dilengkapi head-up display hingga 50 inci—bahkan tersedia opsi hingga 100 inci.Langkah ini menandai perubahan filosofi Mazda yang sebelumnya dikenal mempertahankan pendekatan minimal layar. Kini, konsumen China yang mengutamakan teknologi dan kenyamanan memaksa pabrikan beradaptasi.Secara dimensi, CX-6e memiliki panjang 4.850 mm dengan wheelbase 2.902 mm, menjadikannya kompetitif di segmen SUV menengah. Platform yang digunakan juga bukan sepenuhnya pengembangan internal, melainkan hasil kolaborasi dengan Changan melalui arsitektur EPA—yang juga digunakan sejumlah model elektrifikasi lainnya di China.Meski demikian, kehadiran edisi “Year of the Horse” lebih bernuansa strategi pemasaran ketimbang pembaruan besar. Simbol kuda sendiri memiliki makna penting dalam budaya China, melambangkan kecepatan, optimisme, dan kesuksesan—nilai yang coba dikaitkan dengan identitas Mazda.Di sisi lain, tekanan pasar tetap besar. Data menunjukkan model elektrifikasi Mazda kini menyumbang hampir separuh penjualan mereka di China, sementara model berbasis mesin konvensional (ICE) terus kehilangan daya tarik. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Persaingan pun tidak ringan. CX-6e harus berhadapan dengan SUV elektrifikasi dari joint venture lain, serta gempuran brand lokal yang agresif dalam inovasi dan harga.Fenomena ini menegaskan satu hal: pasar otomotif China bukan hanya terbesar, tetapi juga paling cepat berevolusi. Bagi Mazda, CX-6e bukan sekadar produk baru, melainkan ujian kemampuan beradaptasi di era elektrifikasi yang semakin kompetitif