Pembangunan pabrik Mazda di Indonesia terus menunjukkan progres signifikan. PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku distributor resmi Mazda di Tanah Air mengungkapkan bahwa proyek tersebut kini telah mencapai sekitar 80 persen. Viya Arsawireja, Marketing and Communications General Manager PT EMI, mengatakan bahwa proses pembangunan fasilitas perakitan masih berjalan sesuai rencana. “Assembly masih on track, kira-kira sudah 80 persen. Mudah-mudahan di tahun ini,” ujar Viya, saat ditemui di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Kamis (9/4/2026). Sebagai informasi, PT EMI tengah membangun fasilitas produksi Mazda di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp 400 miliar. Pabrik ini rencananya berlokasi di wilayah Jawa Barat. Namun demikian, hingga saat ini pihak perusahaan masih belum mengungkapkan detail lebih lanjut terkait lokasi pasti maupun spesifikasi fasilitas produksi tersebut. Booth Mazda di GJAW 2024 Sebelumnya, PT EMI memastikan bahwa salah satu model yang akan dirakit secara lokal merupakan kendaraan di segmen sport utility vehicle (SUV) kompak. Model yang dimaksud antara lain berada di kelas yang sama dengan Mazda CX-3 dan CX-5. Saat ini, seluruh lini produk Mazda yang dipasarkan di Indonesia masih didatangkan secara utuh (completely built up/CBU) dari beberapa negara. Model seperti CX-5, CX-9, CX-30, CX-60, serta Mazda3 hatchback diimpor dari Jepang. Sementara itu, Mazda CX-3 dan CX-8 berasal dari Thailand, sedangkan sebagian model lainnya juga dipasok dari Malaysia. Dengan kehadiran pabrik lokal, diharapkan Mazda dapat meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat daya saing di pasar otomotif nasional, khususnya di segmen SUV yang terus berkembang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang