Tren kendaraan sport utility vehicle (SUV) yang terus menguat di Indonesia mulai menggeser posisi mobil hatchback di pasar otomotif nasional. Perubahan selera konsumen terlihat dari semakin banyaknya pabrikan yang memfokuskan produk pada segmen SUV, termasuk Mazda yang resmi menghentikan penjualan Mazda 2 di Tanah Air. Keputusan tersebut mencerminkan dinamika pasar yang kini mengarah pada kendaraan dengan bodi lebih tinggi dan fungsional. SUV dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian, terutama karena memiliki ground clearance tinggi serta dianggap lebih tangguh menghadapi berbagai kondisi jalan di Indonesia. Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir preferensi konsumen memang bergeser ke model yang lebih praktis. Hal ini menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam evaluasi portofolio produk Mazda di Indonesia. “Dalam beberapa tahun terakhir, preferensi konsumen Indonesia bergeser ke kendaraan dengan bodi yang lebih praktis, seperti SUV. Jadi, penghentian Mazda 2 merupakan hasil evaluasi terhadap siklus produk dan dinamika permintaan pasar, sekaligus langkah untuk memfokuskan portofolio Mazda di Indonesia pada segmen yang paling sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Ricky kepada Kompas.com, Senin (9/2/2026). Data Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan SUV di Indonesia meningkat lebih dari 15 persen dalam tiga tahun terakhir, sementara segmen hatchback justru menurun secara bertahap. Mazda2 Skyactiv 1500 cc yang ieperkenalkan di sirkuit Tokachi, Obihiro, Jepang, Rabu (21/8/2014) Tren ini juga diperkuat oleh masuknya banyak merek China, seperti BYD dan Chery beserta sub-brand-nya, termasuk Jetuor, Jaceoo, dan Icaur, yang menawarkan ragam produk SUV dan model elektrifikasi, memperkuat dominasi segmen SUV di pasar domestik. Fenomena ini sekaligus menggambarkan perubahan lanskap otomotif nasional, di mana hatchback yang dulu sempat populer kini mulai terdesak. Konsumen cenderung memilih kendaraan yang menawarkan posisi duduk lebih tinggi, kabin lebih lega, serta kesan lebih aman dan fleksibel untuk penggunaan dalam dan luar kota. Selain itu, SUV juga dinilai lebih adaptif terhadap kondisi jalan yang beragam, mulai dari permukaan yang tidak rata hingga genangan air saat musim hujan. Kondisi tersebut membuat banyak pembeli mempertimbangkan SUV sebagai kendaraan utama keluarga. Meski Mazda 2 sudah tidak lagi dipasarkan, Mazda memastikan komitmen terhadap pelanggan tetap terjaga. "Bagi pemilik Mazda 2, jangan khawatir, suku cadang dan layanan purna jual tetap tersedia di seluruh jaringan diler resmi Mazda di Indonesia," kata Ricky. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang