PT Eurokars Motor Indonesia resmi menghentikan penjualan Mazda 2 di Tanah Air. Keputusan ini mengikuti tren menyempitnya segmen hatchback, seiring pergeseran preferensi konsumen yang kini lebih memilih kendaraan dengan kabin luas dan ground clearance tinggi, seperti SUV dan MPV. Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan Mazda 2 selama ini memiliki basis pelanggan yang loyal. Namun, secara volume, kontribusi segmen hatchback tidak lagi signifikan. “Segmen hatchback memang mengecil. Mazda 2 tetap punya pelanggan setia, tetapi konsumen sekarang cenderung memilih kendaraan yang lebih serbaguna,” ujar Ricky, Senin (9/2/2026). Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendukung pernyataan tersebut. Segmen SUV menyumbang sekitar 27 persen pasar, sementara city car termasuk hatchback kecil hanya sekitar 3 persen. Kondisi ini menunjukkan dominasi SUV yang terus menguat. Ditilik dari angka penjualan, wholesales Mazda 2 sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sekitar 190 unit secara nasional. Angka ini menunjukkan model ini lebih mengandalkan konsumen loyal daripada volume besar. Mazda 2, mobil bekas harga Rp 80 jutaan Tren ini kian terlihat dengan masuknya merek asal China, seperti Chery, Wuling, Jetour, Jaecoo, dan BAIC, yang mayoritas menawarkan SUV di berbagai rentang harga. Kehadiran mereka memperluas pilihan SUV sekaligus mempercepat pergeseran minat konsumen dari hatchback. Ricky menegaskan, keputusan menghentikan Mazda 2 tidak hanya didorong penjualan jangka pendek, tetapi juga perubahan kebutuhan pasar dalam jangka panjang. Padahal, Mazda sempat menyegarkan model ini pada akhir 2023, menunjukkan bahwa pabrikan tetap memperhatikan hatchback tersebut. “Penyegaran sebelumnya menunjukkan Mazda 2 masih punya tempat, tapi strategi kami melihat arah pasar jangka panjang,” kata Ricky. Dengan penghentian ini, posisi model Mazda dengan harga paling terjangkau kini ditempati CX-3. SUV ringkas ini menjadi pintu masuk bagi konsumen yang ingin memiliki mobil Mazda, sejalan dengan tren pasar yang lebih mengutamakan kabin luas, posisi berkendara tinggi, dan fleksibilitas penggunaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang