Pada pameran otomotif Beijing Auto Show 2026, Mazda kembali menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam transisi elektrifikasi global. Dengan kolaborasi bersama Changan, pabrikan Jepang tersebut optimistis bersaing di segmen New Energy Vehicle (NEV). Dikutip dari Carnewschina.com, Senin (27/4/2026), Direktur Eksekutif Senior Mazda, Toru Nakajima, dengan percaya diri menyatakan bahwa Mazda telah menemukan ritme yang tepat untuk mengarungi pasar kendaraan listrik di Tiongkok. Menariknya, Mazda kini berada di ambang sejarah. Produsen mobil yang dikenal dengan filosofi Jinba Ittai ini berpeluang menjadi perusahaan patungan (Joint Venture/JV) pertama di Tiongkok yang mampu menjual lebih banyak NEV ketimbang kendaraan konvensional (ICE). Mazda EZ-60 alias CX-6e di R&D Center Changan Automobile di China Pertama kali Mazda bermain di segmen NEV adalah dengan menghadirkan MX-30 pada 2019. Sayangnya, mobil tersebut kurang diminati di pasar. Kemudian, upayanya dilanjutkan dengan CX-30 EV. Namun, kegagalan tersebut menjadi pelajaran berharga. Mazda kini mengubah strategi dengan memanfaatkan kemitraan strategisnya bersama Changan. Sinergi ini membuahkan hasil lewat pemanfaatan arsitektur EPA milik Changan untuk melahirkan sedan 6e (di pasar domestik disebut EZ-6) dan SUV menengah CX-6e (dikenal sebagai EZ-60). Kedua model tersebut ditawarkan dalam dua opsi powertrain, yakni BEV murni dan Range Extended EV (REEV), yang saat ini sudah mulai dipasarkan ke pasar internasional. Mazda EZ-60 alias CX-6e di R&D Center Changan Automobile di China Penjualan Lampaui Target Direktur Eksekutif Senior Mazda Toru Nakajima menekankan bahwa hubungan kemitraan dengan Changan yang telah terjalin selama dua dekade kini justru semakin solid. Kolaborasi ini menjadi pondasi bagi Mazda untuk terus meluncurkan produk NEV masa depan yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen Tiongkok. Hasilnya pun mulai terlihat nyata. Merujuk data China EV DataTracker, Mazda mencatatkan pengiriman sebanyak 91.061 unit dalam periode April 2025 hingga Maret 2026. Angka ini melampaui target internal perusahaan sebesar 76.000 unit, atau naik hampir 20 persen. Mazda ez-6 di markas R&D Changan Automobile Dominasi model baru pun kian terasa. Kombinasi penjualan EZ-6 dan EZ-60 berkontribusi lebih dari 40 persen terhadap angka penjualan bulanan Mazda pada kuartal pertama 2026. Jika tren positif ini konsisten dipertahankan, kolaborasi Changan-Mazda bukan hanya akan memperkuat eksistensinya di pasar Tiongkok, tetapi juga mencatatkan rekor baru dalam sejarah otomotif sebagai usaha patungan yang sukses melakukan transisi dari mesin konvensional menuju era kendaraan energi baru. Mobil yang diduga Mazda EZ-6 Mazda 6e dikabarkan akan meluncur dalam waktu dekat di Indonesia. Beberapa waktu lalu, penampakan mobil tersebut berbalut sticker kamuflase sudah terlihat sedang tes jalan. Tidak menutup kemungkinan versi SUV-nya alias CX-6e juga akan dipasarkan di Tanah Air. Apalagi, melihat segmen SUV listrik yang peminatnya cukup besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang