Gempuran mobil asal China yang semakin agresif di pasar otomotif nasional tak lantas membuat produsen Jepang gentar. Salah satunya PT Honda Prospect Motor (HPM) yang mengaku tetap percaya diri menghadapi persaingan tersebut. Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM Yusak Billy mengatakan, pihaknya terus mengandalkan nilai lebih yang ditawarkan kepada konsumen sebagai kunci utama bertahan di tengah kompetisi yang kian ketat. “Kita tetap percaya diri karena kita memberikan nilai lebih ke konsumen. Dan kita terus memonitor perkembangan seperti apa dan selalu melihat kondisi pasar, market butuhnya seperti apa,” ujar Billy, saat ditemui di Jakarta Utara, Senin (30/3/2026). Strategi tersebut menjadi fondasi penting bagi Honda dalam menjaga eksistensi di Indonesia, terutama saat tren kendaraan dari China mulai menarik perhatian konsumen lewat harga kompetitif dan fitur berlimpah. Booth Honda di IIMS 2025 Salah satu strategi yang dilakukan adalah memberikan nilai tambah pada Honda Brio Satya, yang merupakan salah satu model andalan di segmen LCGC. Honda memberikan penyegaran dari sisi eksterior menjadi lebih menarik serta head unit yang juga diperbesar. Selain itu, Honda tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga memperkuat layanan purna jual serta jaringan dealer yang sudah tersebar luas di berbagai daerah. Hal ini dinilai menjadi salah satu keunggulan yang sulit disaingi dalam waktu singkat. Dengan pendekatan tersebut, Honda optimistis tetap mampu bersaing, sekaligus mempertahankan kepercayaan konsumen di tengah derasnya arus masuk pemain baru di industri otomotif Tanah Air. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang