Kebijakan ganjil genap di Jakarta kembali menjadi perhatian setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meniadakan aturan tersebut selama libur panjang pekan ini. Informasi ini banyak dicari karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat di ibu kota. Selain itu, perkembangan pasar otomotif global juga menarik minat pembaca, khususnya soal tren mobil bensin yang mulai ditinggalkan di China. Dominasi kendaraan elektrifikasi di negara tersebut disebut semakin kuat dan mulai mengubah peta persaingan industri otomotif dunia. Tak hanya itu, artikel mengenai perubahan tren motor CBU di Indonesia hingga tips aman menggunakan rem saat melintasi turunan panjang juga menjadi sorotan. Berikut rangkuman artikel otomotif terpopuler pada Kamis (14/5/2026): 2Wheelers sediakan berbagai jenis motor CBU, salah satunya BMW Motorrad. Motor CBU di Indonesia ternyata mengalami perubahan pasar dalam satu dekade terakhir. Dahulu, motor impor ini identik dengan simbol gengsi dan hanya dinikmati kalangan tertentu di kota besar. Namun, kini konsumennya semakin luas dan didominasi generasi muda yang memahami karakter motor yang mereka beli. Menurut Kamal Firhad, pemilik diler Safari Motor di Jakarta Barat, perubahan perilaku konsumen sangat terasa dibanding era awal bisnis motor impor berkembang di Indonesia. Ilustrasi polusi udara di kota. Polusi udara disebut sebagai faktor risiko baru dari serangan stroke. Risiko itu utamanya dari PM 2,5 yang masuk hingga pengaruhi aliran darah di otak Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA) dan Dongchedi sebagaimana dikutip Carnewschina, tingkat penetrasi mobil energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di pasar ritel mencapai 61,4 persen pada April 2026. Capaian tersebut menjadi yang pertama kalinya, di mana penjualan mobil elektrifikasi berhasil menembus lebih dari 60 persen dari total pasar mobil penumpang di China. Perubahan tren ini terlihat jelas dari daftar mobil terlaris. Dari 10 model penumpang dengan penjualan ritel tertinggi sepanjang April 2026, hanya satu mobil bermesin bensin yang masih bertahan, yaitu Geely Coolray atau Binyue. Ilustrasi jalan menurun Jalur menurun panjang di kawasan wisata maupun pegunungan masih menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengemudi kendaraan roda empat. Tidak sedikit pengendara yang panik saat mobil melaju terlalu cepat di turunan, lalu memilih terus menekan pedal rem tanpa jeda. Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, banyak kasus rem blong di jalan menurun sebenarnya bukan disebabkan kerusakan komponen rem sejak awal, melainkan akibat teknik berkendara yang kurang tepat saat menghadapi turunan panjang. Ilustrasi ganjil genap di Jakarta. Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pembatasan kendaraan dengan sistem gage di Jakarta tidak berlaku pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026). Artinya, seluruh kendaraan roda empat atau lebih tetap bisa melintas di ruas jalan yang biasanya masuk kawasan ganjil genap tanpa dibatasi pelat nomor ganjil maupun genap. Penghapusan sementara aturan ini juga mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019. Ilustrasi berkendara di jalan menurun. Ketua Bidang Road Safety and Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani, mengatakan pengendara motor matik sebaiknya tidak hanya mengandalkan salah satu rem saat berkendara, khususnya di jalan turunan. “Sedangkan Teknik yang lain berkaitan dengan pengoperasian sepeda motor khususnya rem adalah jangan sekali-kali hanya menggunakan salah satu rem saja,” ucap Victor kepada Kompas.com, belum lama ini. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang