JAKARTA, KOMPAS.com — Jika sebelumnya mobil China lebih dikenal lewat deretan mobil listriknya, kini model bermesin bensin (ICE) juga semakin banyak muncul di bursa mobil bekas. Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, mengatakan bahwa mulai mengambil stok mobil China, termasuk model bermesin bensin. Hasilnya mengejutkan karena penerimaannya cukup baik. “Akhir tahun ini kami sempat ambil stok mobil China, dan ternyata mobil bensinnya juga lagi jalan," ujar Andi kepada Kompas.com, Senin (1/12/2025). Wuling Almaz di IIMS 2025. "Mungkin karena harganya murah dan teknologinya canggih, jadi orang beli tanpa banyak mikir soal risiko kerusakan. Mobil canggih tapi murah, itu yang sekarang dicari,” katanya. Andi mengatakan, salah satu model yang dicari ialah Wuling Almaz. Penurunan harga yang cukup signifikan membuat SUV ini lebih mudah dijangkau banyak konsumen. “Misalnya Wuling Almaz, banyak peminatnya karena sekarang harganya sudah turun. Tahun 2019 bisa dapat di kisaran Rp 140–150 juta,” ujar Andi. V bekas lansiran 2014, tersedia di bursa mobil bekas Menurut Andi, karakter konsumen mobil bekas saat ini terbagi ke dua arah. Ada yang memilih mobil China karena fitur lengkap dan harga jatuhnya lebih murah, ada pula yang tetap bermain aman dengan memilih mobil Jepang dengan reputasi kuat. “Kalau mobil Jepang (di rentang harga segitu) paling aman Avanza, ya karena sudah jadi mobil sejuta umat. Kalau model lain, misalnya CR-V, dapatnya tahun-tahun lama, mungkin 2012–2013,” katanya. Andi mengatakan, masuknya mobil China ke pasar mobil bekas memberi warna baru. Pilihan calon konsumen juga semakin beragam baik yang mengejar fitur modern atau harga terjangkau. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang