JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil listrik mulai terlihat masuk ke bursa lelang kendaraan bekas di Indonesia, meski jumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan mobil konvensional. Direktur Utama PT Balai Lelang Serasi (Ibid), Daddy Doxa Manurung, mengatakan bahwa populasinya masih terbatas karena pasar kendaraan listrik bekas belum benar-benar terbentuk. Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur “Mobil listrik belum banyak, jadi kemarin kita ada masuk juga beberapa, ada (Toyota) bZ4X, ada Wuling, tapi populasinya kecil,” ujar Doxa kepada Kompas.com, awal pekan ini. Menurutnya, model yang pernah masuk lelang sebagian besar berasal dari merek yang memang lebih dulu aktif memasarkan mobil listrik di Indonesia. “Wuling yang Air EV ya. Air EV ada beberapa, sempat terus juga ada, pernah Hyundai juga pernah, ya itu ada beberapa lagi kayak gitu, tapi jumlah kecil banget populasinya,” kata dia. Doxa menjelaskan selain faktor jumlah kendaraan yang masih terbatas, permintaan terhadap mobil listrik bekas juga masih berkembang. nya belum terbentuk ya, jadi bukan saya bilang jelek ya, tapi memang pasarnya belum terbentuk, proses waktu lah,” katanya. Logo Hyundai “Jadi yang masuk ke lelang pun masih belum banyak, di tempat saya pun juga belum banyak, jadi memang butuh waktu untuk proses masuknya mobil listrik sampai lakunya juga,” ujar dia. Meskipun begitu, Doxa optimistis pasar mobil listrik bekas akan berkembang dalam beberapa tahun ke depan, dan memiliki pasar yang lebih stabil, termasuk di bursa lelang. “Tapi nanti kalau populasinya sudah banyak, mungkin 2-3 tahun depan, mungkin sudah sama kayak non-listrik,” ucapnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang