Maraknya transaksi mobil bekas melalui iklan online dan media sosial turut diiringi dengan berbagai modus penipuan. Salah satu yang paling sering terjadi adalah modus penipuan segitiga, yang kerap menjerat calon pembeli karena terlihat meyakinkan. Pemilik PT Inspector Indonesia Expert, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa modus ini memanfaatkan celah komunikasi antara penjual asli dan calon pembeli. Pelaku biasanya berpura-pura menjadi pihak yang dipercaya oleh penjual. "Waspada modus penipuan segitiga biasanya pelaku mengaku sebagai penjual, kerabat, teman, sodara penjual dan lain-lain, lalu menyuruh transfer ke rekening penipu," kata Hakim kepada Kompas.com, Minggu (11/1/2026). Penipuan Segitiga Secara sederhana, penipuan segitiga melibatkan tiga pihak, yakni penjual asli, calon pembeli, dan pelaku penipuan. Cara kerjanya, pelaku akan mengambil iklan mobil bekas yang asli, lalu menghubungi calon pembeli dengan identitas palsu. Pelaku penipuan kemudian mengarahkan komunikasi seolah-olah ia memiliki kuasa atas mobil tersebut. Saat calon pembeli tertarik dan sepakat dengan harga, pelaku meminta sejumlah uang, baik dalam bentuk tanda jadi maupun pelunasan, untuk ditransfer ke rekening yang sebenarnya milik penipu. Mobil bekas di Bathara Motor Solo Ironisnya, penjual asli sering kali tidak mengetahui transaksi tersebut. Akibatnya, calon pembeli sudah terlanjur mentransfer uang, tetapi mobil tidak pernah diterima. Cara Tangkal 1. Pastikan kembali harga jual - Konfirmasi kembali harga jual ke penjual asli di tempat. Pastikan harga sama dengan yang diiklankan, untuk menghindari iklan bodong atau penipuan segitiga. 2. Transfer pembayaran hanya ke rekening atas nama yang sama dengan pemilik barang - Jika rekening perorangan maka harus sesuai nama di KTP. - Jika rekening showroom atau perusahaan maka harus sesuai nama resmi PT atau showroom. 3. Jangan transfer ke rekening pihak ketiga - Nama yang tidak ada hubungannya dengan transaksi. 4. Lebih aman lakukan pembayaran langsung di tempat (COD) - Sehingga barang atau jasa diterima bersamaan dengan pembayaran. 5. Jangan terburu-buru jika ada yang memaksa segera transfer. Selalu cek identitas dan kecocokan nama rekening terlebih dahulu. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang