Persaingan mobil low cost green car (LCGC) ternyata tidak hanya panas di pasar mobil baru, tetapi juga merambah ke bursa mobil bekas. Di segmen LCGC lima penumpang, ada tiga nama yang paling sering dibandingkan konsumen, yakni Honda Brio, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla. Ketiganya sama-sama menawarkan harga terjangkau, konsumsi bahan bakar irit, serta biaya perawatan yang relatif ringan. Toyota Agya tipe G Namun, di pasar mobil bekas, karakter pembeli dan persepsi konsumen membuat persaingan ketiganya memiliki dinamika tersendiri. Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, mengatakan Honda Brio masih menjadi model yang paling banyak dicari dibandingkan dua rivalnya. “Brio yang paling laris,” kata Andi kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat Brio unggul di pasar mobil bekas. Salah satunya adalah soal desain dan citra kendaraan di mata konsumen. Daihatsu Ayla 1.2 R ADS di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 “Saya rasa dari modelnya, ya. Dari model. Kedua, mungkin kalau Brio itu jarang yang setahu saya dipakai buat (taksi) online. Kalau Agya kan banyak. Agya sama Ayla banyak yang dipakai buat online,” ujarnya. Kondisi tersebut berpengaruh pada persepsi calon pembeli mobil bekas. Mobil yang identik dengan penggunaan pribadi umumnya dinilai lebih terawat dan memiliki riwayat pemakaian yang lebih ringan. “Itu kebanyakan kan yang beli Brio itu ibu rumah tangga, anak kuliah, yang baru-baru pengin punya mobil,” ujarnya. Popularitas Honda Brio di pasar mobil baru turut berpengaruh terhadap tingginya permintaan di pasar mobil bekas. Honda Brio lawas banyak diburu masyarakat. Mobil ini pernah mencatat sejarah sebagai mobil terlaris nasional pada 2022, menggeser dominasi Toyota Avanza. Dengan rekam jejak tersebut, wajar jika Honda Brio masih menjadi primadona di bursa mobil bekas. Sementara itu, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla tetap memiliki pasarnya sendiri, terutama bagi konsumen yang mencari LCGC fungsional dengan harga yang bersahabat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang