Mobil listrik Neta V-II jadi taksi Persaingan industri otomotif Indonesia semakin ketat. Tidak hanya merek-merek besar yang saling berebut pasar, pabrikan pendatang baru hingga merek premium juga harus bekerja keras untuk menarik minat konsumen. Data retail sales Mei 2026 menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara merek terlaris dan merek dengan penjualan terendah. Jika Toyota mampu menjual lebih dari 21 ribu unit dalam sebulan, beberapa merek lain justru mencatat penjualan yang sangat terbatas. Berikut lima merek mobil yang kurang beruntung pada Mei 2026 berdasarkan penjualan retail Gaikindo, dilihat VIVA Otomotif Jumat 12 Juni 2026. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA 1. Audi – 3 unitAudi menjadi merek dengan penjualan terendah pada Mei 2026. Pabrikan premium asal Jerman itu hanya membukukan penjualan tiga unit sepanjang bulan lalu. Segmen kendaraan premium memang memiliki pasar yang relatif kecil di Indonesia. Selain itu, persaingan dengan merek premium lain juga membuat tantangan semakin berat.2. Volvo Cars – 5 unitVolvo Cars mencatat penjualan lima unit pada Mei 2026. Meski dikenal memiliki reputasi kuat dalam aspek keselamatan, penetrasi pasar merek asal Swedia tersebut masih terbatas. Transisi menuju kendaraan elektrifikasi juga membuat persaingan di segmen premium semakin ketat.3. Neta – 4 unitNasib kurang beruntung juga dialami Neta. Merek kendaraan listrik asal China itu hanya menjual empat unit pada Mei 2026. Angka tersebut jauh menurun dibanding periode awal tahun. Persaingan kendaraan listrik yang semakin ramai membuat setiap merek harus menawarkan strategi yang lebih agresif untuk menarik konsumen.4. Subaru – 11 unitSubaru mencatat penjualan 11 unit selama Mei 2026. Merek Jepang yang identik dengan sistem penggerak semua roda ini memang menyasar pasar yang lebih spesifik. Karakter produk yang niche membuat volume penjualannya tidak sebesar merek massal lainnya.5. Scania – 14 unit ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Scania menutup daftar ini dengan penjualan 14 unit. Berbeda dengan merek mobil penumpang, Scania bermain di segmen kendaraan niaga berat yang sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan investasi sektor logistik. Karena itu, fluktuasi penjualan pada segmen ini kerap terjadi dari bulan ke bulan.Secara keseluruhan, pasar mobil Indonesia mencatat penjualan retail 71.890 unit pada Mei 2026. Kondisi ini menunjukkan persaingan industri otomotif nasional semakin dinamis, terutama dengan hadirnya banyak pemain baru yang mencoba merebut perhatian konsumen.