PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan keputusan mengimpor 105.000 unit pikap dan truk asal India bukan diambil tanpa membuka peluang bagi merek yang sudah melokalisasi produknya di dalam negeri. Sebelum menjatuhkan pilihan pada kendaraan impor completely built up (CBU) dari India, Agrinas telah lebih dulu mengajak berbagai merek yang sudah memproduksi pikap secara lokal untuk mengikuti tender pengadaan kendaraan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan bahwa sederet pabrikan dari Jepang hingga China telah diundang dalam proses tersebut. Pemilik Daihatsu Gran Max dan Luxio yang tergabung dalam komunitas Maxxio melaksanakan Jambore Nasional ke 8. Kegiataan sukses diseleggarakan di Singaraja-Bali pada 30 Juni 2024. Namun, dalam perjalanannya, negosiasi tidak mencapai titik temu, terutama terkait harga dan kapasitas pasokan. “Klarifikasi terkait isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan kepada produsen lokal, itu tidak benar. Dalam bisnis, wajar jika tidak terjadi kesepakatan,” ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Pada segmen pikap 4x2, Agrinas mengundang pemain besar seperti Daihatsu dengan model Gran Max serta Suzuki dengan Carry. Suzuki Carry GIIAS 2025 Namun menurut Joao, harga yang ditawarkan hampir setara dengan pikap 4x4 yang kemudian diimpor dari India. Padahal, pembelian dilakukan dalam jumlah besar dengan skema bulk (pembelian grosir). Ia menilai tidak ada perlakuan harga khusus untuk pembelian masif tersebut. “Seharusnya, kami diberikan harga lebih ekonomis dan efektif sesuai anggaran. Namun, hingga akhir, sebagian besar produsen lokal tetap menghitung harga per unit seperti di pasar reguler, jadi menurut saya tidak fair,” kata dia. Deretan mobil pikap Mitsubishi L300 Untuk segmen truk ringan (light duty truck), Agrinas juga mengundang sejumlah pabrikan seperti Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu, hingga Foton. Namun setelah melalui proses kualifikasi dan negosiasi, kapasitas produksi maksimal dari pabrikan yang sudah merakit di dalam negeri ini hanya mencapai 45.000 unit. Rinciannya, Mitsubishi Fuso sanggup memasok 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10.000 unit, dan Isuzu 900 unit. Tata Yodha 2.0 pikap "Menimbang keterbatasan produksi dalam negeri, maka perseroan mengimpor untuk memenuhi kebutuhan Kopdes Merah Putih sejumlah 35.000 unit truk dari Tata Motors India," ujarnya. Pada akhirnya, Agrinas memutuskan menggandeng dua produsen India, yakni Mahindra dan Tata Motors. Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit pikap Scorpio dipasok Mahindra, sedangkan 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick Up dan 35.000 unit truk Ultra T.7. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang