CEO Ford, Jim Farley, mengaku terkesan setelah menjajal dua pikap plug in hybrid (PHEV) asal China, yakni BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha PHEV di Australia. Namun, menurut Farley, kesan positif tersebut berlaku selama kendaraan tidak digunakan untuk kebutuhan “pekerjaan berat”. Farley memang dikenal terbuka dalam mengapresiasi mobil asal China. Pada 2024, ia bahkan mengaku menggunakan sedan listrik Xiaomi SU7 selama enam bulan di Amerika Serikat dan enggan melepasnya. Dalam kunjungannya kali ini, ia juga mencoba dua rival utama Ford Ranger PHEV di Australia tersebut. BYD Shark 6 “Saya menghabiskan tiga hari mengemudikan LandCruiser 70, Shark, dan produk Great Wall—yang PHEV,” ujar Farley dikutip dari Drive, Rabu (18/3/2026). Menurut dia, karakter kedua kendaraan tersebut sangat berbeda dibandingkan pikap konvensional. “Mereka berbeda. Menurut saya, ini benar-benar dua karakter yang berbeda. Shark memang, tapi kalau Anda membawa beban 500 kg di belakang, itu bukan Ranger, bukan Hilux,” kata Farley. Meski begitu, ia menilai Shark 6 tetap kompetitif bagi konsumen yang tidak membutuhkan kemampuan angkut berat setiap hari. GWM Cannon Alpha “Tapi bagi orang yang tidak melakukan itu setiap hari dan menginginkan elektrifikasi, ini produk yang cukup kompetitif. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa menghasilkan uang ketika kami membongkarnya,” ujarnya. Penilaian serupa juga diberikan pada Cannon Alpha PHEV. Meski memiliki daya angkut lebih rendah, model ini tetap mempertahankan sistem penggerak empat roda konvensional dan gigi low range. “Produk Great Wall sangat kompetitif. Saya juga berbicara dengan banyak pelanggan keduanya, dan mereka cukup teredukasi,” kata Farley. Ia menambahkan, pabrikan China masih memiliki keterbatasan dari sisi pengalaman dan pengembangan teknis dibandingkan pemain lama seperti Ranger dan Hilux. GWM Cannon Alpha “Sekali lagi, mereka belum melakukannya selama puluhan tahun seperti Ranger atau Hilux, jadi mereka belum memiliki semua pengetahuan sasis, kemampuan towing, payload, dan pengalaman,” ujarnya. “Mereka juga belum punya ekosistem pendukung seperti kami jadi mereka datang dengan banyak kekurangan. Tapi ini tetap produk yang baik, solid, dan kompetitif,” katanya. Meski demikian, Farley menegaskan bahwa untuk kebutuhan kerja berat, Ranger masih unggul. BYD Shark 6 “Tidak ada tandingannya. Tapi tidak semua orang di Australia membeli Ranger untuk jenis pekerjaan yang kami rancang. Ada banyak tipe konsumen di sini,” kata dia. Di sisi lain, Farley juga menyoroti perubahan besar dalam peta persaingan global, terutama akibat kehadiran pabrikan China. “Faktanya, terutama dengan Great Wall, lanskap kompetisi benar-benar berubah dalam tiga hingga empat tahun terakhir secara global,” ujar Farley. “Pickup medium dengan sasis ladder frame adalah sumber keuntungan global yang kini dilirik semua perusahaan China, jadi kami harus mengerahkan kemampuan terbaik kami,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang