CEO Ford, Jim Farley, ingin mobil-mobil buatan China dilarang dijual di Amerika Serikat. Farley khawatir serbuan mobil-mobil buatan negeri tirai bambu bisa mengancam industri otomotif AS, bahkan lebih buruk, bisa mengancam seluruh perekonomian AS."Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk ke negara kita," tegas Farley diwawancarai oleh Fox News seperti diwartakan Carscoops. Farley mengatakan, dampak potensial dari mengizinkan mobil-mobil China masuk ke pasar mobil AS, di mana sektor manufaktur AS akan menuju kehancuran.Padahal sebelumnya Farley sempat memuji mobil-mobil buatan China seperti BYD dan Xiaomi yang dinilai memiliki kemampuan untuk bersaing dengan mobil-mobil di AS seperti Ford dan GM, atau produk mobil Jepang yang populer di AS seperti Toyota. Sebagian kekhawatiran Farley didasarkan pada biaya. Seperti diketahui, produsen-produsen mobil China mendapat dukungan subsidi yang kuat dari pemerintahnya yang memungkinkan harga mobil-mobil China dijual sangat terjangkau. "Jadi, ini sama sekali bukan pertarungan yang adil," sambung Farley.Di sisi lain, ada juga kekhawatiran dari sudut pandang teknologi. Umumnya, mobil-mobil listrik buatan China dipenuhi dengan sensor, kamera, dan juga fitur konektivitas."Semua kendaraan (asal China) ini memiliki 10 kamera. Mereka dapat mengumpulkan banyak data. Jadi, saya sangat berharap, kita tidak mengizinkan mereka melewati perbatasan," bilang Farley.Pemerintah AS sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan pertumbuhan mobil China di negaranya. Salah satunya adalah membebankan tarif 100% untuk setiap mobil China yang diimpor ke AS.Meski begitu, saat ini mobil-mobil buatan China semakin dekat ke perbatasan AS. Meksiko misalnya, sudah mengizinkan penjualan mobil-mobil China, bahkan pabrikan besar seperti BYD sudah memproduksi mobil di negara tetangga AS itu.Tak hanya itu, Kanada juga sudah mengizinkan penjualan mobil-mobil China, dan Stellantis sedang mempertimbangkan untuk membangun kendaraan listrik Leapmotor buatan China di pabrik Jeep lama, di Provinsi Ontario.