Pasar otomotif Tanah Air kembali dihangatkan oleh rumor mengenai rencana kembalinya basis produksi lokal untuk merek legendaris asal Amerika Serikat, Ford. RMA Indonesia, selaku agen pemegang merek (APM) Ford saat ini, dilaporkan tengah menjajaki berbagai kemungkinan strategis untuk memperkuat penetrasi pasar mereka, termasuk opsi lokalisasi. Langkah ini dinilai krusial mengingat kompetisi di segmen kendaraan niaga ringan dan sport utility vehicle (SUV) premium, dua lini yang menjadi andalan Ford lewat Ranger dan Everest, semakin ketat dengan hadirnya para penantang baru. Insentif pemerintah untuk kendaraan yang dirakit di dalam negeri juga menjadi magnet tersendiri bagi para pabrikan. Saat dikonfirmasi mengenai kepastian investasi dan kesiapan pabrik perakitan lokal tersebut, pihak manajemen menyatakan bahwa segalanya masih dalam tahap pengkajian yang komprehensif. Booth Ford Roelof Lamberts, Direktur Regional RMA Indonesia, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan studi mendalam terkait implementasi fasilitas Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia. Fasilitas CKD memang menjadi jembatan penting bagi sebuah merek untuk meningkatkan daya saing harga melalui efisiensi pajak impor dan pemanfaatan komponen lokal (TKDN). Namun, keputusan untuk mendirikan jalur perakitan mandiri memerlukan perhitungan matang terkait proyeksi volume penjualan jangka panjang serta stabilitas pasar domestik. Meski belum bersedia membeberkan linimasa ataupun detail lokasi manufaktur yang tengah dibidik, RMA Indonesia berjanji akan bersikap transparan mengenai peta jalan bisnis Ford di Tanah Air. Next-Gen Ford Everest Titanium 25th Anniversary Edition meluncur di GJAW 2025, hanya 25 unit "Kami akan segera memberikan pembaruan (update) kepada rekan-rekan media segera setelah ada perkembangan lebih lanjut yang bisa kami bagikan," ujar Roelof, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Sebelumnya, Roelof mengatakan bahwa RMA dan Ford sedang mencari tahu tentang kemungkinan melakukan perakitan mobil di Indonesia. Namun, pembahasannya masih berada pada tahap awal. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ngabuburit naik mobil pickup Ford Ranger Raptor. Dia mengatakan, sejumlah pihak masih terlibat dalam diskusi untuk melihat kelayakan serta potensi realisasi perakitan kendaraan Ford di dalam negeri. Selain pabrik sendiri, Roelof juga mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan fasilitas perakitan milik perusahaan lain. Sebagai informasi, kiprah Ford di Indonesia saat ini mengandalkan model-model tangguh yang diimpor secara utuh (Completely Built Up/CBU). Kembalinya status perakitan lokal (CKD) diprediksi tidak hanya akan memangkas harga jual, tetapi juga mengembalikan kepercayaan konsumen setia terhadap komitmen jangka panjang Ford di pasar otomotif nasional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang