Ford Industri otomotif kembali diguncang dengan berita mengejutkan: penjualan Ford Motor Company mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar, apa sebenarnya yang membuat raksasa otomotif ini harus kehilangan momentum di pasar global? ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Mobil Ford di Indonesia Dirangkum VIVA dari Carscoops Senin, 6 April 2026, penjualan Ford di Amerika Serikat pada kuartal pertama 2026 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Produsen mobil asal AS ini melaporkan penurunan total unit terjual hampir 9 persen, mencerminkan tantangan besar di pasar otomotif global yang tengah mengalami tekanan ekonomi dan perubahan preferensi konsumen.Menurut data resmi penjualan selama Januari–Maret 2026, Ford mencatat total penjualan mencapai sekitar 457.315 unit. Angka ini turun sekitar 8,8% dibandingkan dengan 501.291 unit yang terjual pada kuartal pertama 2025. Penurunan ini mencakup penjualan merek Ford dan juga merek mewahnya, Lincoln, yang sama‑sama menunjukkan hasil negatif meskipun tidak sebesar skala penurunan total Ford.Penurunan penjualan terjadi di hampir semua segmen kendaraan Ford, termasuk truk dan SUV yang selama ini menjadi andalan perusahaan. Penjualan truk turun 11,3 persen sementara SUV turun sekitar 7,8 persen. Kendati begitu, beberapa model tertentu justru mencatat peningkatan penjualan yang menarik perhatian. Salah satunya adalah coupe legendaris Mustang, yang mengalami lonjakan penjualan lebih dari 50 persen dibandingkan periode tahun lalu. Selain itu model seperti Explorer dan Expedition juga tumbuh masing‑masing sekitar hampir 30 persen.Di sisi lain, segmen kendaraan listrik masih menghadapi tantangan besar. Penjualan EV Ford menurun drastis hampir 70 persen, sebagian dipengaruhi oleh berakhirnya kredit pajak federal AS tahun lalu serta harga yang masih relatif tinggi di pasar. Penjualan model listrik seperti Mustang Mach‑E dan F‑150 Lightning tercatat jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.Namun, model SUV Bronco dan Bronco Sport menjadi salah satu sorotan positif Ford di awal 2026. Bronco Sport bahkan mencatat rekor penjualan kuartal pertama tertinggi sepanjang sejarahnya, menunjukkan permintaan kuat untuk SUV kompak yang menawarkan kombinasi performa dan gaya.Selain itu, beberapa model lain seperti Transit van dan Ranger pickup juga mengalami pertumbuhan penjualan, mencerminkan bahwa segmen kendaraan komersial dan utilitas masih menarik minat pembeli meskipun pasar umum melambat. Logo Ford. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Para analis industri melihat penurunan penjualan Ford sebagai cerminan tantangan luas yang dihadapi sektor otomotif global. Faktor seperti tekanan inflasi, suku bunga tinggi, serta penurunan insentif pajak kendaraan listrik turut mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Sementara itu, persaingan dari merek global juga semakin ketat, terutama di segmen EV dan SUV.Di tengah perubahan ini, Ford terus menyesuaikan strateginya dengan fokus pada model yang paling diminati, termasuk pickup dan SUV yang tetap memegang pangsa pasar kuat di AS. Meskipun menghadapi penurunan di kuartal pertama 2026, perusahaan tetap optimis dapat beradaptasi dan memperkuat portofolionya di tengah dinamika pasar otomotif yang terus berubah.